Haikal, Remaja Kalem Itu Pernah Bobol Situs Aburizal Bakrie Hingga Garuda Indonesia

Petugas Bareskrim Polri menggiring tiga remaja pelaku pembobolan situs tiket online Tiket.com, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/3/2017). (TRIBUNNEWS/ABDUL QODIR)

Sketsanews.com, Jakarta – Sekitar pukul 11.40 WIB, petugas dari satuan Subdit I Direktorat VI Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, mendatangi Perumahan Pesona Gintung Residence, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/3/2017).

Kedatangan empat anggota kepolisian ini adalah untuk menangkap Haikal alias SH. Remaja 19 tahun ini merupakan dalang pembobol situs jual beli tiket online, tiket.com.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keamanan perumahan tersebut, empat anggota kepolisian langsung ke rumah.

“Awalnya mereka menanyakan rumah Haikal tapi ternyata, datang di rumahnya langsung menangkap,” ujar penjaga keamanan setempat Rusdi.

Rusdi mengatakan bahwa dirinya diminta untuk menjadi perwakilan warga yang menyaksikan penangkapan tersebut.

Menurut Rusdi, selain menangkap Haikal, pihak kepolisian juga menyita laptop serta ponsel yang dimiliki Haikal. Diduga kedua alat tersebut digunakan untuk meretas berbagai situs.

Haikal diburu pihak kepolisian setelah membobol situs jual beli tiket online www.tiket.com.

Dari hasil kejahatannya, Haikal mendapatkan keuntungan hingga Rp4,1 miliar,

Pihak tiket.com mengalami kerugian sebesar Rp4.124.000.982 karena pelaku meretas, mengambil serta menjual jatah deposito tiket pesawat pada server Citilink Indonesia.

Dikutip dari Tribunnews, pihak Citilink juga mengalami kerugian sebesar Rp1.973.784.434 karena ada sejumlah orang yang membeli tiket dari sindikat peretas tersebut melakukan pembatalan dan refund.

Dalam melakukan aksinya, Haikal dibantu oleh tiga anak buahnya yakni
MKU (19 th), AI (20 th) dan NTM (27 th).

Ketiganya hanya lulusan sekolah menengah atas. Ketiganya telah ditangkap di Balikpapan, lebih dulu dibanding Haikal.

Menurut Rusdi, dirinya tidak menyangka jika Haikal mampu melakukan kejahatan sebesar itu.

“Bocahnya mah klamar-klemer kalau diliatin. Saya tidak menyangka dia bisa begitu,” ujar Rusdi.

Menurut Rusdi, selama ini Haikal jarang berinteraksi dengannya. Dirinya sering melihat Haikal pergi.

Menurut sepengetahuan Rusdi, Haikal bekerja di daerah Taman Mini. Namun dirinya tidak mengetahui detil kerjaan yang dilakukan oleh Haikal.

Rusdi mengatakan bahwa Haikal adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Haikal satu-satunya anak yang tinggal bersama ayah dan ibunya di perumahan tersebut.

Meski di lingkungannya dikenal sebagai anak yang kalem ternyata Haikal merupakan sosok yang cukup terkenal di kalangan hacker Indonesia.

Menurut sumber Tribun, Haikal kerap memamerkan hasil retasannya di grup Facebook miliknya, Gantengers Crew, kepada kalangan hacker Indonesia.

Di dunia hacker dirinya dikenal sebagai Sultan Haikal.

“Di kalangan komunitas (hacker) dirinya cukup dikenal. Karena memang sering sekali dia pasang status di grup fb nya. Kadang suka direspon atau diinformasikan oleh rekan-rekan saya,” ujar sumber Tribun.

Dirinya sering melakukan hacking terutama dengan teknik deface, yaitu dengan mengganti tampilan gambar suatu situs dengan gambar-gambar tertentu. Sejak 2016 dirinya sudah meretas lebih dari 1.500 situs.

Menurut pantauan Tribun di grup Gantengers Crew, Haikal Pernah meretas sistem tiket maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways.

Dirinya juga pernah membobol situs pengusaha milik Aburizal Bakrie, www.aburizalbakrie.id. Situs milik mantan ketua Partai Golkar ini diretas dan diganti tampilannya dengan gambar anak kecil. (Tyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: