Hanya dapat 3 Suara, Caleg PKB Minta Sumbangannya ke Warga dikembalikan

Calon legislatif 2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lumajang, Ana Tirto Sari ST | suaraindonesia-news.com

Sketsanews.com, Lumajang – Nasib sial menimpa Ana Tirto Sari ST, caleg PKB yang kalah hanya dapat 3 suara di Lumajang. Apesnya, warga yang sudah terlanjur mendapat bingkisan dan uang darinya minta dikembalikan.

Calon legislatif 2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lumajang, Ana Tirto Sari ST | suaraindonesia-news.com

Melansir suaraindonesia-news.com Selasa (23/4/2019), beberapa saat usai pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dia meminta kembali bingkisan dan uang yang telah diberikan kepada sejumlah warga pemilih di Dusun Sidosari, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tersebut.

“Dia TPS 16 Desa Karangsari, dapat 2 suara, namun di TPS 15 hanya dapat 1 suara,” kata seorang warga yang ikut memilih caleg Ana.

Dari penuturan warga lainnya, juga disampaikan bahwa Caleg Ana itu membagikan bingkasan di kelompok pengajian dan kelompok PKK, berupa sabun, minyak goreng dan uang.

“Kami juga mendapatkan pembagian uang pada waktu di gedung Koperasi Desa Karangsari, sebesar Rp. 50ribu,” ujarnya, tanpa mau disebut namanya.

Dari data yang diperoleh awak media, diketahui jika suami dari Caleg Ana adalah seorang ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang.

Caleg Ana, merupakan Caleg dari PKB Dapil 1 Lumajang, yang terdiri dari 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Lumajang, Sukodono, Sumbersuko, Jatiroto dan Tekung.

Ada juga warga yang mengatakan kalau, bingkisan dan uang tersebut diberikan 2 bulan sebelum masa pencoblosan dilaksanakan.

“Kalau sabun atau minyak goreng diminta, kan sudah habis. Apalagi gulanya dan uang. Memang Caleg Ana ini aneh kelakuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang, Anang belum menjawab ketika ditanya sejumlah wartawan via Whatsapp, atas ketidak siapannya.

Namun Anang siap memberikan klarifikasinya kepada sejumlah media sore nanti.

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: