Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Harga Daging Sapi dan Ayam Untuk Lebaran Mulai Melonjak

Harga Daging Sapi dan Ayam Untuk Lebaran Mulai Melonjak

Harga daging sapi naik menjelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Slipi Jaya, Jakarta Barat (Reyn Gloria/ JawaPos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Mendekati Hari Raya Lebaran, masyarakat kian mempersiapkan segala kebutuhan. Baik, pangan untuk disantap bersama keluarga. Salah satunya daging sapi maupun daging ayam yang mulai diburu di pasaran.

Namun, di Pasar Slipi Jaya, Jakarta Barat, harga daging sapi dan ayam pun mulai naik. Tidak tanggung-tanggung, para pedagang beralasan naiknya harga dikarenakan stok daging yang menipis.

“Sekilo itu sekarang daging sapi sekitar yang Rp 140 ribu, awalnya Rp 120 ribu. Sekitar Rp 20 ribu turunnya, ketengan ada yang lebih mahal lagi daging HAS Rp 160 ribu,” jelas salah satu pedagang Daging Sapi, Wawan, 35 seperti dilansir dari JawaPos, Pasar Slipi Jaya, Jakarta Barat, Rabu (13/6).

Wawan menyampaikan kenaikan harga di kiosnya telah terjadi sejak kemarin (12/6). Bahkan, dibandingkan hari biasa dirinya merasa cukup mendapatkan keuntungan walau hanya 15 persen.

“Udah H-3 Lebaran dari kemarinlah udah naik. Namanya juga menjelang Lebaran pasti naik, kebutuhan buat bikin gulai, rendang macem-macem,” terangnya.

Sama halnya dengan salah satu penjual ayam potongan, Sagiyem, 57 dirinya mengatakan harga ayam untuk H-2 Lebaran ini, sudah naik Rp 10.000.

“Sekilo sekarang kita kena Rp 50 ribu kemarin masih Rp 45 ribu. Nah, sebelumnya mah masih Rp 40 ribu karena jelang Lebaran kita harga juga naik,” kata Sagiyem dalam kesempatan yang sama.

Namun, Sagiyem pun mengakui sebelumnya di Pasar Slipi Jaya harga ayam potong memang sudah naik, seminggu sebelum Lebaran. “Seminggu sebelum Lebaran udah tinggi harganya. Pengunjung ya tergantung, kadang-kadang ramenya tapi mulai rame hari ini,” tuturnya. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: