Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Hari Ini 150 Ribu Buruh Bakal Geruduk Istana

Hari Ini 150 Ribu Buruh Bakal Geruduk Istana

Sketsanews.com, Jakarta – Setiap 1 Mei diperingati sebagai hari buruh internasional atau dikenal dengan sebutan May Day. Pada hari buruh tersebut, para buruh pun menyampaikan aspirasinya dengan sejumlah kegiatan mulai dari aksi demonstrasi, long march, dan kegiatan lainnya.

Tak hanya di luar negeri, para buruh di Indonesia pun turut serta memeriahkan peringatan hari buruh pada 1 Mei. Apalagi sejak 2013, pemerintahan Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Lalu bagaimana agenda peringatan hari buruh pada Selasa 1 Mei 2018 ini?

Pada hari buruh yang jatuh pada 1 Mei 2018 ini, sekitar 150 buruh dari DKI Jakarta dan sekitarnya akan gelar aksi unjuk rasa di depanIstana Negara. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menuturkan, aksi unjuk rasa juga akan diikuti hampir satu jutaburuh dari 25 provinsi dan 200 kabupaten kota di Indonesia.

“Untuk aksi di Istana Negara, Jakarta, ada 150 ribu buruh se-Jabodetabek, Serang, Karawang, Purwakarta,” ujar Said, seperti ditulisSelasa (1/5/2018).

Di Jakarta, massa buruh akan berkumpul di depan Patung Kuda dekat Gedung Indosat pukul 10.00 WIB. Setelah itu, peserta aksi akan berjalan kaki (long march) ke Istana Negara. Aksi di depan Istana akan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB.

“Jam 13.00 peserta massa aksi akan bergerak ke Istora Senayan untuk merayakan Mau Day sekaligus deklarasi Calon Presiden RI 2019-2024 yang akan dipilih dan didukung buruh Indonesia,” tutur dia.

Menurut Said, selain di Jakarta, aksi unjuk rasa juga akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, seperti Surabaya sebanyak 50 ribu buruh se-Jawa Timur di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Kemudian, di Jawa Tengah, sebanyak 15 ribu menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

‎”Sebanyak 15 ribu buruh se-Kepulauan Riau di depan Kantor Wali Kota Batam, 2 ribu buruh di Aceh, 10 ribu buruh di Sumatera Utara, ribuan buruh di Jawa barat, dan lain-lain yang akan melakukan aksi di depan kantor gubernur masing-masing,” kata dia.

Ini Dia Tuntutan Para Buruh

Ratusan buruh menggelar aksi demo di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, Selasa (24/11/2015). Buruh menuntut dicabutnya Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Dalam aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh, ada sejumlah tiga tuntutan buruh dan rakyat yang disebut Tritura Plus. Tuntutan itu antara lain:

1. Turunkan harga beras, listrik, BBM dan bangun ketahanan pangan serta energi.

2. Tolak upah murah, cabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan menambah item kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi 84 item.

3. Tolak tenaga kerja asing (TKA) buruh kasar dari China serta cabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 terkait TKA

“Plus-nya adalah hapus outsourcing dan pilih Presiden RI 2019 yang pro buruh,” ujar Said Iqbal.

Sedangkan Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) yang juga akan turut serta dalam peringatan Hari Buruh menuntut lima hal kepada Presiden Jokowi.

Ketua Umun KPRI, Rieke Diah Pitaloka menuturkan, tuntutan itu antara lain pertama, mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang berbasis pada riset nasional, dengan berorientasi pada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

“Kami mendesak Bapak Presiden untuk segera membentuk Badan Riset Nasional agar Indonesia memiliki blueprint pembangunan industri yang menyeluruh dengan menempatkan rakyat Indonesia sebagai subyek di hulu, tengah dan hilir pembangunan industri nasional,” kata dia.

Kedua, mewujudkan dengan sungguh-sungguh TRILAYAK Rakyat Pekerja, yaitu Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak bagi seluruh rakyat pekerja Indonesia.

Ketiga, mewujudkan terpenuhinya lima jaminan sosial, yaitu jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua, dan jaminan kematian bagi seluruh rakyat pekerja Indonesia.

Keempat, memberikan keadilan bagi seluruh pekerja pelayan publik di pemerintahan, yang berstatus sukarelawan, tenaga harian lepas, nonorer, kontrak, pegawai tdak tetap dan pegawai tetap non PNS yang bekerja di seluruh bidang untuk menjadi pegawai tetap negara.

“Mereka telah mengabdikan diri kepada negara selama bertahun-tahun dan menjadi garda terdepan dalam menjalankan program-program Pemerintah Pusat maupun Daerah. Karena itu, kami mendesak Bapak Presiden agar memerintahkan dengan tegas kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Hukum dan HAM, serta Menteri Keuangan untuk segera bersama DPR membahas dan mengesahkan Revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara pada 2018,” pinta Rieke.

Panca Maklumat yang terakhir, adalah menyelamatkan aset negara dan mengembalikan tata kelola BUMN sesuai perintah konstitusi. Undang-Undang Dasar 1945, sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Permintaan Menaker Hanif Saat Hari Buruh

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menghimbau agar pengusaha dan serikat pekerja atau serikat buruh memaksimalkan forum bipartit

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta buruh untuk merayakan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dengan kegiatan yang positif. Ini untuk menghilangkan kesan dan stigma negatif terhadap perayaan hari buruh yang biasanya diisi dengan aksi unjuk rasa.

“Tahun ini kita mengambil tagline #MayDayIsAFunDay karea kalau May Day kesannya angker, serem, galau karena banyak masalah, saya khawatir gerakan buruh ini mengalami demoralisasi dan membuat buruh tidak tertarik kepada serikat pekerja,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 30 April 2018.

Apa pun kegiatan buruh dalam rangka merakayakan May Day, kata dia, diharapkan tetap berjalan dengan tertib dan aman, termasuk buruh yang memilih turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa.

“Saya ingin image dari pekerja terus meningkat dan image dari serikat pekerja juga semakin membaik agar masyarakat juga terus mengapresiasi gerakan buruh yang berjuang untuk kepentingan bersama,” kata dia.

Hanif menambahkan, perubahan dunia semakin berjalan cepat dan massif. Beberapa jenis pekerjaan lama seperti pengantar surat mulai hilang karena perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Namun demikian, perubahan zaman juga menghasilkan sejumlah pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya. Oleh sebab itu, dia meminta agar buruh juga menyiapkan diri agar bisa menyesuaikan diri atas perubahan-perubahan ini.

“Saya juga berharap serikat pekerja juga semakin canggih untuk menjawab tantangan-tantagan itu dengan terobasan dan inovasi baru,” tandas dia.

(Wis/Liputan6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: