Hari pertama sekolah, pelajar di Bandung sabet temannya dengan cutter

Siswa Kota Bandung Sabet Temannya dengan Cutter. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Sketsanews.com, Bandung – Seorang siswa SMA berinisial TLK (16) harus berurusan dengan pihak kepolisian di hari pertama sekolah setelah menyayat kepala temannya menggunakan cutter. Korban bernama MR (16) yang terluka di kepala bagian belakang dan keningnya itu langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi di SMA swasta di Jalan Kebon Jati, Bandung, Senin (16/7) pagi. Korban yang hendak masuk ke sekolah bersenggolan dengan tersangka saat memarkirkan motor. Keduanya kemudian terlibat cekcok dan akhirnya pelaku menyayatkan cutter ke kepala korban.

Pihak keamanan sekolah yang mengetahui insiden itu langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Setelah memeriksa saksi dan olah tempat kejadian, petugas kepolisian yang dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Yoris Maulana tak lama berhasil mengamankan tersangka di kediamannya di Jalan Pagarsih, Kota Bandung.

Seperti dikutip dari Merdeka, “Korban mengalami luka, langsung dibawa ke rumah sakit. Sudah ditangani, lima jahitan di kening dan 12 jahitan di bagian belakang kepala,” kata Hendro saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (16/7).

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif tersangka karena tidak terima disenggol oleh korban. Adapun benda tajam jenis cutter memang sengaja dibawa oleh tersangka untuk berjaga-jaga.

Saat ini, tersangka menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Bandung sekaligus akan diberikan pendampingan karena masih di bawah umur.

“Kita akan lanjutkan pemeriksaan. Tersangka terancam dikenakan pasal 351 KUHP 4 tahun penjara. Tapi nunggu hasil visum dulu,” terang Hendro.

Di tempat yang sama, kepala sekolah, Solihin mengaku tersentak dengan peristiwa tersebut. Meski begitu, pihaknya belum menentukan sanksi yang akan diberikan.

“Kami belum menentukan sanksi. Nanti akan dilakukan mediasi,” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka menyatakan menyesal dengan perbuatannya. “Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi dan berjanji akan berguna bagi orang tua bangsa dan negara,” ucapnya singkat. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: