Hindari Copet, Sandi Imbau Pemudik Tak Pakai Perhiasan Berlebih

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau kesiapan mudik di terminal Kp Rambutan. (Foto: Grandyos Zafna)

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau kesiapan mudik di terminal Kp Rambutan. (Foto: Grandyos Zafna)

Sketsanews.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menyapa beberapa pemudik saat mengecek kesiapan arus mudik lebaran di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Sandi berpesan ke pemudik agar tidak memakai perhiasan yang berlebih.

“Saya imbau pemudik untuk menyimpan perhiasan, jangan dipakai saat mudik,” kata Sandiaga di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, seperti yang dikutip dari detikcom, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya, dengan memakai perhiasan yang mencolok itu dapat mengundang pelaku kejahatan. Salah satunya copet.

“Karena ini akan menarik perhatian dan menarik tindak kejahatan tak perlu perhiasan sudah cantik, cakep. Pakai yang biasa aja untuk hindari pencopetan,” jelas Sandi.

Meski demikian, Pemprov DKI berkerja sama dengan TNI Polri telah menyiagakan personel keamanan di setiap terminal hingga stasiun. Personel keamanan itu hadir untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan selama mudik lebaran.

“Satpol PP siap untuk dilakukan pengamanan yang paling tinggi, khusus di beberapa terakhir ini jumlah aparat yang diturunkan ada 78 personel gabungan dan siaga 24 jam. Petugas selalu ada operasi cegah tangkal pencopet, hati-hati hipnotis, sekarang lagi banyak, tanya jam, tanya arah tiba hilang barang, calo dan resiko kriminal lainnya,” kata Sandi.

Tak lupa Sandi juga mendoakan agar semua pemudik yang pulang ke kampung halamannya dalam keadaan aman dan selamat. Dia berharap pemudik yang pulang kampung bisa menularkan kemampuannya dan menciptakan lapangan kerja di daerah masing-masing.

“Kita doakan semua selamat aman sampai tujuan pulang kampung membawa berkah silahturahmi ekonomi. Tadi ada yang menuju Tasik, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan mudah-mudahan bisa menumbuhkan lapangan kerja di daerah masing-masing,” tambah Sandi.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: