Ifan Seventeen Diancam Potong Leher Saat Buktikan Banjir TKA Kasar Bukan Isapan Jempol

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Indonesia untuk kerja di sektor kasar memicu banyak kontroversi. Sejumlah kalangan menilai, kasus TKA ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pasalnya, mereka menempati banyak sektor buruh kasar, kedatangan mereka juga lusuh dan tidak mencerminkan sedang berdarmawisata apalagi kawasan yang disebut daerah wisata itu tidak lain hanya merupakan kawasan yang tidak pernah dikunjungi wisatawan.

Pasalnya, kawasan itu adalah kawasan terpencil yang minim fasilitas wisata, sehingga mustahil memicu banyak orang berbondong-bondong mendatangi kawasan itu.

Kemungkinan ada kegiatan wisata ke kawasan yang belum siap fasilitas yang layak juga diragukan.

Biasanya hanya sedikit yang mau ke kawasan yang sedikit fasilitas wisata, fasilitas penginapan minim, dan sebagainya.

Bahkan, investigasi yang dilakukan seorang artis dan musisi Ifan Seventeen, sebelum istrinya berpulang karena tsunami, membuktikan sejumlah fakta tentang keberadaan TKA.

Ifan Seventeen menemukan kejanggalan ketika 1 pesawat dengan TKA.

Ifan Seventeen sempat bertanya ke pramugrasi, apakah setiap hari seperti ini?

Pramugari pun membenarkan bahwa setiap hari banyak TKA menuju Kendari.

Jumlahnya sangat banyak dan memang tampak dalam video yang diunggah Ifan Seventeen.

Ifan Seventeen pun memposting temuannya, dari postingannya tersebut dia mendapat ancaman akan dipotong lehernya dari orang tak dikenal.

Ifan Seventeen juga mendapatkan komentar dari admin Kemenaker yang menuduh Ifan Seventeen menyebar kepanikan.

“Jangan menciptakan kepanikan, ini hanya wisatawan,” kata admin tersebut di akun Ifan Seventeen.

Sementara itu, diulas Grid,ID, Saat momen hari buruh atau Mayday tahun ini, vokalis grup musik Seventeen, Riefian Fajarsyah atau yang dikenal dengan nama Ifan Seventeen, kembali mengingatkan pada momen yang pernah ia tangkap tahun kemarin.

Dilansir Grid, saat itu Ia menumpang sebuah pesawat dari Jakarta pada Jumat (19/10/2017).

Di dalam kabin pesawat, ia berjumpa lebih dari 100 penumpang lainnya.

Foto : istimewa

Ifan juga menyebutkan bahwa seluruh WNA asal Cina itu tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia.

Sang pramugari pesawat bahkan menyebut jika hal ini sudah biasa terjadi saat penerbangan ke Kendari.

Hal yang sangat disayangkan Ifan adalah soal lapangan kerja yang seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk WNI namun justru diberikan kepada WNA.

“Kenapa kita harus memasukkan tenaga kerja dari negeri lain?!” tulis Ifan pada tautan yang diunggahnyadikutip dari wartakota.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: