Ikatan Keluarga Besar Papua Sebut Hoaks Biang Keladi Perpecahan

Buru Pelaku Rasis ke Mahasiswa Papua

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Sketsanews.com, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyatakan, pihaknya turut mengejar pelaku ujaran rasis ke mahasiswa Papua di Asrama Papua Surabaya, khususnya yang terekam dalam video viral beberapa waktu belakangan itu. Sejauh ini sudah ada 12 orang yang diperiksa perihal tersebut.

“Ormas dan sipil sudah diperiksa lima lagi. Jadi sudah 12 orang saksi yang kita periksa,” tutur Barung saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (24/8/2019).

Barung menyebut, pihaknya akan bergerak cepat menuntaskan kasus dugaan rasisme itu. “Dalam waktu dekat ini lah kita umumkan (tersangka),” jelas dia.

Sementara untuk terduga pelaku yang disinyalir merupakan anggota TNI, lanjut Barung, telah diserahkan sepenuhnya kepada POM TNI. Yang jelas, baik TNI dan Polri melakukan koordinasi dalam pengusutan ujaran rasis ke mahasiswa Papua.

“Kalau TNI mungkin bisa (tanya) ke Kapendam (informasinya),” jelas Barung.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menindak tegas oknum aparatnya yang bertindak rasis terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Hal ini dikatakan Moeldoko menanggapi desakan sejumlah pihak agar Jokowi memberikan sanksi kepada oknum aparat yang berbuat rasis, sehingga memicu kericuhan di Papua. Moeldoko sepakat aparat yang melakukan hal itu diberikan sanksi secara hukum.

“Presiden kemarin juga sudah menyampaikan kepada Panglima, kalau memang ada aparatnya yang nyata-nyata melakukan hal seperti itu (rasis), tindak, enggak ada alasan,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 22 Agustus 2019.

Sketsanews.com ❱ Original Source : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: