Ilmuwan Bergerak Cepat Dokumentasikan Warisan Pesisir Puerto Rico

Sketsanews.com – Tim ilmuwan yang berbasis di AS sedang mendokumentasikan situs-situs peninggalan suku asli yang berusia ribuan tahun di sepanjang pantai Puerto Rico. Para ilmuwan itu berusaha mendokumentasikan secepatnya sebelum naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim, menghancurkan banyak warisan yang baru ditemukan di pulau yang merupakan wilayah AS itu.

Rumah-rumah di tepi jalan yang rusak akibat tersapu badai di Utuado, Puerto Riko, 3 Oktober 2017. (Foto: dok).
Rumah-rumah di tepi jalan yang rusak akibat tersapu badai di Utuado, Puerto Riko, 3 Oktober 2017. (Foto: dok).

 

Para ilmuwan berupaya menggunakan gambar-gambar 3D yang mereka ambil sejauh ini untuk membantu mengidentifikasi situs-situs bersejarah mana yang paling rentan hancur akibat badai, erosi dan bahaya lain, sebelum dinyatakan terlambat untuk menyelamatkan warisan pulau itu.

“Benda-benda itu sudah mulai tergerus,” kata Falko Kuester, direktur Inisiatif Teknik Warisan Budaya pada University of California, San Diego (UCSD), yang terlibat dalam proyek itu.

Juga terlibat dalam proyek itu adalah Institut Oseanografi Scripps UCSD dan Para la Naturaleza, lembaga lingkungan nirlaba yang berbasis di Puerto Rico.

Situs pertama yang ditarget para ilmuwan itu adalah satu area besar di sepanjang pantai utara yang mencakup pusat seremonial yang digunakan oleh warga Taino Indian sekitar 2.000 tahun lalu, kata Isabel Rivera Collazo, pakar arkeologi lingkungan pada UCSD yang mengawasi proyek yang dimulai pada Agustus 2017 itu.

Para ilmuwan mendapati sesuatu yang tampaknya merupakan satu permukiman besar di sebelah timur situs seremonial itu, yang ditemukan berkat drone dan teknologi termasuk gambar 3D, katanya. Mereka juga mampu memastikan bentuk situs seremonial itu, tambahnya.

Suku Taino menempati berbagai pulau di Karibia tapi pada akhirnya punah setibanya Christopher Columbus dan para pemukim Eropa.

“Hingga kini, masih banyak hal yang tidak kita ketahui mengenai budaya suku asli di sepanjang pantai kita,” kata Rivera. “Itu tidak ada dalam buku sejarah.”

Departemen Sumber Daya Alam Puerto Rico telah mengatakan permukaan air di sekitar pulau itu naik lebih dari tiga milimeter (lebih dari sepersepuluh inci) dalam setahun. Tapi perubahan iklim juga memiliki dampak dramatis yang lebih cepat, menghancurkan habitat, mengikis garis pantai dan menyebabkan gelombang pasang yang lebih kuat ketika badai melanda.

Sebagian ilmuwan mengatakan bahwa suhu yang lebih panas meningkatkan frekuensi dan intensitas badai. Puerto Rico dilanda badai setiap tahun selama enam bulan selama musim badai Atlantik, dan para ilmuwan mencatat bahwa gelombang pasang dari Badai Maria menyapu sebagian wilayah yang sedang mereka pelajari.

Para ilmuwan kini berusaha mempelajari dampak erosi pantai di wilayah itu dan dampak badai pada situs arkeologi yang mereka pelajari.

Model-model tiga dimensi berdasarkan gambar-gambar yang diambil dengan drone sedang digunakan untuk mengukur jarak, area, volume dan detil-detil lainnya. [vm/ka]

Sumber :  voaindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: