Ilmuwan Setuju Buah Sirsak Lebih Kuat Perangi Kanker

ilustrasi sel kanker

Sketsanews.com, Jakarta – Buah super sehat ini bisa Anda temukan di mana-mana. Buah ini diketahui dapat mengobati beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker prostat. Buah apakah yang dimaksud?

Ya, buah yang sedang kita bicarakan ini adalah sirsak atau juga dikenal dengan nama Graviola. Buah menakjubkan ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tapi sekarang, buah ini sudah tersebar di beberapa negara lain, seperti Meksiko, Karibia, Kolombia, Peru, Venezuela, termasuk Indonesia.

Banyak orang yang membicarakan buah ini karena kemampuan anti-kankernya. Menurut sebuah penelitian, para ahli medis telah menemukan bahwa buah ini sangat efektif dalam menghancurkan sel kanker dan 10 ribu kali lebih kuat daripada pengobatan lain yang digunakan dalam pengobatan kemoterapi konvensional.

Dikutip dari viva.co.id, buah ini sangat efektif karena mampu menghancurkan sel kanker, tanpa memengaruhi sel sehat lainnya. Selain itu, buah ini juga sangat berguna dalam meningkatkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta mencegah infeksi pada tubuh manusia. Sirsak juga dapat membantu mengembalikan dan meningkatkan energi Anda.
Para ahli medis mengklaim, buah ini dapat membunuh sel kanker pada 12 jenis kanker berbeda, termasuk kanker kolon, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas. Lalu, bisakah Anda mengobati kanker dengan buah sirsak ini?
Ya, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, buah menakjubkan ini memiliki khasiat anti-kanker yang kuat dan sangat berguna dalam menghancurkan sel kanker. Para periset telah menemukan bahwa senyawa yang ditemukan pada buah ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan tidak memengaruhi sel sehat.
Dan yang paling penting adalah, senyawa sirsak memiliki efek menguntungkan pada kasus sel kanker, yang resisten terhadap obat anti kanker konvensional. Tetapi, Food and Drug Administration tidak mau menerima fakta ini, karena hasil dari penelitian ini bersifat in vitro, yang berarti sel kanker tersebut ditempatkan pada tabung reaksi. Dan ini berarti, tidak ada studi klinis untuk mengonfirmasi efek ini. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: