Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Foto, News, Peristiwa In Picture: Sebulan Pasca-Likuefaksi di Palu

In Picture: Sebulan Pasca-Likuefaksi di Palu

Sketsanews.com, Palu – Gempa besar yang diikuti di fenomena likuefaksi di Palu berlalu lebih dari sebulan lalu. Namun dampak akibat peristiwa masih membekas. Mulai dari ingatan kolektif traumatik hingga infrastruktur yang porak poranda.

Lokasi likuefaksi yang porak-poranda mulai dibersihkan dan diratakan. Sementara warga yang kehilangan tempat tinggal masih berdiam di tenda darurat pembagian negara sahabat sambil menunggu hunian selesai.

Sebulan pasca – likuefaksi berikut foto – foto yang ditampilkan.

Alat berat membersihkan sisa bangunan dan meratakannya dengan tanah di area bekas gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10). Lokasi yang hancur akibat gempa dan likuifaksi itu kini mulai dibersihkan dan diratakan untuk mengurangi trauma warga. (FOTO : Mohammad Hamzah/Antara)

Seorang warga terdampak likuifaksi menggendong cucunya di tenda di Kamp Pengungsian Terpadu di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2018). Sejumlah pengungsi di kawasan tersebut berharap agar Hunian Sementara (Huntara) yang dijanjikan pemerintah dapat secepatnya selesai dibangun agar mereka dapat meninggalkan tenda-tenda pengungsian dan segera menata kembali kehidupannya. ANTARA FOTO/BasriMarzuki/ama.
 
Sejumlah warga mendatangi area bekas likuifaksi yang telah dibersihkan dan diratakan di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2018). Sebagian besar warga penasaran dan ingin melihat langsung akibat dari likuifaksi yang telah meluluhlantakkan bangunan di atasnya seluas 47,8 hektare. ANTARA FOTO/BasriMarzuki/ama.
 

Sejumlah anak korban likuifaksi bermain diantara lorong tenda-tenda di Kamp Pengungsian Terpadu di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2018). Sejumlah pengungsi di kawasan tersebut berharap agar Hunian Sementara (Huntara) yang dijanjikan pemerintah dapat secepatnya selesai dibangun agar mereka dapat meninggalkan tenda-tenda pengungsian dan segera menata kembali kehidupannya. ANTARA FOTO/BasriMarzuki/ama. (As)

sumber : republika

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: