Ini 5 Bahaya dari Kolam Renang dengan Kandungan Kaporit

Ilustrasi kolam renang (Fox News)

Ilustrasi kolam renang (Fox News)

Sketsanews.com, Jakarta – Kaporit merupakan salah satu bahan penjernih air yang hampir selalu ada di kolam renang. Adanya kandungan kaporit ini, terutama jika terpapar dalam waktu lama ke tubuh bisa menimbulkan dampak yang sangat membahayakan.

Banyak orang yang tak menyangka bahwa kandungan kaporit ini bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti asma di dalam tubuh. Dilansir dari Merdeka, berikut sejumlah masalah kesehatan yang mengintai jika kita terpapar air berkaporit terlalu lama.

Asma

Paparan kaporit yang berlebihan bisa mengganggu jaringan pernapasan pada anak. Mereka pun berisiko terserang asma dan penyakit paru-paru. Sebuah penelitian di Belgia juga pernah menyebutkan bahwa kunjungan rutin ke kolam renang berkaporit memiliki hubungan dengan peningkatan risiko asma pada anak.

Alergi

Bagi pemilik kulit sensitif, alergi juga menjadi ancaman kesehatan jika mereka sering berenang di kolam renang berkaporit. Gejala alergi misalnya adalah gatal, kulit merah, sampai bengkak bisa muncul jika terpapar air berkaporit.

Erosi Gigi

Karena mengandung kaporit, pH air kolam renang pun menjadi terlalu asam. Oleh sebab itu, ketika kamu menghabiskan waktu terlalu lama di dalam air kolam maka bisa meningkatkan erosi dan kerusakan pada gigi.

Keguguran

Berenang biasa jadi aktivitas umum bagi ibu hamil untuk menurunkan risiko nyeri persalinan. Akan tetapi kolam renang berkaporit justru membahayakan janin karena senyawa kimia di dalamnya. Bahaya tersebut salah satunya adalah aborsi yang tidak disengaja atau keguguran.

Kanker Kandung Kemih

Sebuah penelitian mengaitkan paparan kaporit dengan risiko kanker kandung kemih. Konsumsi kaporityang biasanya tidak disengaja oleh para perenang mampu meningkatkan risiko kanker kandung kemih sebesar 35 hingga 57 persen.

Sejumlah masalah kesehatan tersebut terutama dapat mengancam dirimu ketika terpapar air kolam renang dengan kaporit dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu, pilih tempat kamu berenang terutama yang memiliki kandungan kaporit lebih sedikit. Jika tak bisa dihindari, kamu juga perlu membatasi berapa lama kamu berenang. (Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: