Ini Akibat Kerja Diforsir seperti Petugas KPPS

Petugas KPPS di sebuah TPS di Yogyakarta. Foto IDN Times

Petugas KPPS di sebuah TPS di Yogyakarta. Foto IDN Times

Sketsanews.com, Jakarta – Data dari berbagai sumber, hingga saat ini tercatat 144 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia, sedangkan 883 orang diketahui sakit. Bercermin dari kejadian memilukan ini, ketahui beberapa akibat pada tubuh jika kerja diforsir seperti petugas KPPS.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis juga menyampaikan bahwa faktor utama petugas sakit dan meninggal dunia karena kelelahan. Menurutnya, petugas kelelahan saat harus melakukan penghitungan pada lima jenis surat suara sekaligus, menjadikan beban kerja terlalu berat.

Dampak kelelahan pada tubuh

Melakukan pekerjaan yang banyak, intens, berdurasi panjang, dan secara terus-menerus tentu akan berdampak buruk pada tubuh, apalagi yang tidak terbiasa. Berikut ini adalah akibatnya pada tubuh jika kerja diforsir.

1. Berat badan meningkat

Banyak pekerjaan yang pada akhirnya diselesaikan sambil duduk. Selama duduk, Anda mengurangi 50 kalori yang dapat dibakar dibandingkan saat sedang berdiri. Ini pun belum termasuk kalori dari apa yang Anda konsumsi, yang dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan. Jika hal ini berlanjut, konsekuensinya tentu bisa menimbulkan beragam gangguan kesehatan.

2. Membahayakan jantung dan peredaran darah

Pekerjaan yang mengharuskan duduk lama selama 4 jam atau lebih akan meningkatkan risiko penyakit jantung sebanyak 125 persen, seperti serangan jantung maupun gagal jantung yang dapat berujung kematian. Selain itu juga meningkatkan risiko kematian hingga 50 persen karena beragam penyebab.

Tak hanya duduk lama, petugas yang berdiri lama dan bertugas mencatat penghitungan suara pun berisiko lebih tinggi untuk mengalami varises, atau sekadar bengkak pada kedua kaki di penghujung hari akibat tidak lancarnya peredaran darah.

3. Meningkatkan risiko menderita diabetes tipe 2

Menurut The Australian Diabetes, Obesity and Lifestyle Study, dengan duduk selama empat jam jam per hari akan meningkatkan risiko Anda mengidap diabetes tipe 2 hingga 112 persen! Jika dikurangi dengan hanya duduk sebanyak 12 jam per minggu, risiko ini bisa turun hingga 75 persen. Ditemukan juga bahwa mereka yang duduk kurang dari 12 jam per minggu lebih rentan mengidap kolesterol tinggi dan resistansi insulin.

4. Memicu stres

Terdapat dua tipe stres yang dapat memengaruhi jantung, yakni stres akut dan stres kronis.

Stres akut dapat terjadi setelah suatu peristiwa traumatis, seperti kecelakaan lalu lintas, gempa bumi, atau seperti yang dialami petugas KPPS yakni banyaknya data yang harus diolah, sehingga memengaruhi waktu makan dan istirahat.

Stres kronis sendiri merupakan stres yang menumpuk seiring berjalannya waktu. Kesibukan yang dialami petugas KPPS dari mulai persiapan, hari H, hingga saat penghitungan bisa meningkatkan detak jantung, tekanan darah, termasuk kolesterol.

5. Memicu depresi

Menurut University College London, Inggris, kondisi dan lingkungan tempat kerja dengan stres tingkat tinggi, termasuk durasi jam kerja yang panjang, dapat meningkatkan risiko depresi hingga dua kali lipat.

Hal ini juga dapat disebabkan oleh pekerjaan yang monoton seperti penghitungan suara yang sepertinya tiada akhir, yang mesti dilakukan oleh para petugas KPPS. (Ad)

Sumber: Klikdokter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: