Sketsa News

Ini Biaya Haji 2018

Jamaah haji (ilustrasi)

Sketsanews.com, Jakarta – Pemerintah bersama DPR hari ini (12/3) resmi mengesahkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018. Biaya haji tahun ini mengalami kenaikan menjadi Rp 35.235.602 dari sebelumnya Rp 34.890.312 tahun 2017.

“Biaya haji tersebut naik dibandingkan dengan BPIH tahun lalu sebesar Rp 345.290 atau 0,99 persen,” kata Ketua Panja BPIH Komisi VIII, Noor Achmad, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/3).

Lebih lanjut Noor Achmad menjelaskan, perincian kenaikan tersebut antara lain, harga rata-rata komponen penerbangan seperti tiket, pajak bandara, dan biaya layanan penumpang sebesar Rp 27.495.842 dibayar langsung oleh jamaah haji (direct cost), biaya pemondokan Makkah sebesar SAR 4.450 atau sebesar Rp 2.384.760, dan biaya izin tinggal (living allowance) sebesar Rp 5.355.000.

“Kenaikan ini masih di bawah kenaikan dari harga pajak serta fluktuasi nilai tukar mata uang yang merupakan wujud komitmen Komisi VIII DPR RI, dan Kementerian Agama,” kata Noor.

Dilain pihak, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kenaikan dibanding tahun lalu ‘hanya’ sebesar Rp 345.290. Lukman membandingkan kenaikan tersebut dengan adanya kenaikan di tiga variabel, seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar lima persen yang ikut mempengaruhi harga hotel, katering, transportasi, kenaikan bahan bakar pesawat avtur, dan kurs dolar yang berbeda antara tahun lalu dengan tahun ini

“Hanya dari tiga variabel ini saja, kenaikannya itu bisa lebih dari lima persen minimal, apalagi ada penambahan kualitas pelayanan,” ujar Lukman usai mengesahkan BPIH.

Lukman memuji panitia kerja (Panja) BPIH dengan kearifannya mengombinasikan kenaikan yang tidak terlalu besar dengan dua cara pendekatan, yaitu dengan menggunakan dana optimalisasi (indirect cost) seefisien mungkin. Kedua, Panja berhasil melakukan efisiensi dana yang memang bisa dikurangi.

Peningkatan layanan yang nantinya bisa dirasakan oleh jamaah haji 1439 H/2018 M antara lain,  meningkatnya jatah makan yang tadinya sebanyak 25 kali menjadi 40 kali, waktu tinggal jamaah haji di Saudi yang tadinya 39 hari menjadi 41 hari serta peningkatan kualitas koper dan tas kabin bagi jamaah haji.

(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: