Ini Dia Tanggapan Warga soal Demo 4 November

Sketsanews.com – Sebagian warga Ibukota mengaku biasa saja dan tidak khawatir menghadapi rencana demo besar-besaran pada Jumat 4 November mendatang. Demo akan berjalan damai dan lancar bila dikawal ketat serta tak disusupi.

demo-ahokrihadin1

“Saya yakin unjuk rasa akan berjalan tertib. Selama aparat menjalankan tugasnya secara profesional dan persuasif. Karena demo sebelumnya pun juga berjalan aman,” ujar Rasya, warga Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Hal yang sama juga diungkapkan Rudy, warga Jatinegara, Jakarta Timur. Meski mobilitasnya akan terganggu dengan adanya aksi unjuk rasa tersebut, namun ia tidak khawatir akan terjadi kerusuhan seperti ramai diberitakan. “Yang penting jangan disusupi dengan berbagai kepentingan, saya yakin demonstrasi tersebut berjalan aman,” tukas dia.

Menurut Rudy, saat ini masyarakat maupun petugas telah cukup dewasa menyikapi berbagai isu sosial dan politik dan masyarakat. “Siapapun tidak ingin terjadi kerusuhan,” ungkap pegawai swasta ini, sambil meminta kalangan eksekutif, legislatif maupun aparat keamanan yang mengeluarkan statemen yang provokatif.

Seperti dikabarkan, aksi demo besar-besaran rencananya bakal digelar organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur Ahok. Beberapa objek bakal disasar demonstran, yakni Istana Merdeka, Balaikota dan Bareskrim Polri.

TAK ADA BATASAN

Maruarar Sirait dari Komisi XI DPR, dan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, sepakat menyatakan aksi massa Jilid ke-2 pada 4 November 2014 bisa diselesaikan melalui perintah Jokowi.
“Penyelesaian untuk meredam aksi massa itu sederhana cukup perintah Presiden Jokowi kepada Kapolri untuk memproses hukum Ahok,” ujar Fadli Zon dalam diskusi bertema ‘Dampak Presiden Jokowi temui Prabowo Subianto’ di Senayan, kemarin.

Sedangkan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, mengatakan tak ada batas waktu dalam penanganan perkara ini, sehingga tak ada kemungkinan kasus itu di-SP3.

“Ya tidak ada batasan waktu 90 hari, 100 hari, 200 hari, tidak ada itu ya. Jadi dalam proses pembuktian itu semuanya sangat relatif,” kata Boy, dalam diskusi publik bertajuk Pilkada Damai dan Tanpa SARA, di Jalan Agus Salim, Sabang, Jakarta Pusat.

Mantan Kapolda Banten itu menegaskan, penanganan kasus akan berlangsung cepat bila bukti dan fakta sudah terkumpul. Selain itu penyidikanpun, menurutnya, tidak berkaitan dengan status Ahok calon petahana gubernur DKI. “Jadi dalam hal ini tidak ada yang dilambat-lambatkan, tidak ada yang dicepat-cepatkan. Semuanya natural,” imbuhnya. (Ags/poskota)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: