Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Pendidikan Ini Inovasi Pembelajaran Mahasiswa Kebidanan

Ini Inovasi Pembelajaran Mahasiswa Kebidanan

Gedung Kampus Universitas Gadjah Mada

Sketsanews.com, Sleman – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan terobosan yang memudahkan mahasiswa kebidanan mempelajari mekanisme persalinan. Smarten Auto, jadi inovasi phantom  pemeriksaan yang dikembangkan tersebut.

“Alat pembelajaran di laboratorium kurang praktis karena menggunakan alat peraga yang terpisah-pisah dan belum bisa memberikan penilaian pemeriksaan secara mendetail,” kata Solikhah Maulida Dwi Harsiwi, mahasiswa Prodi DIV Kebidanan Sekolah Vokasi UGM, dikutip dari Republika.

Ia mengatakan, saat pembelajaran di laboratorium, materi pemerikasaan dalam diberikan menggunakan phantom persalinan dan phantom dilatasi serviks. Kedua alat itu tersedia dalam kondisi terpisah, tidak dalam satu rangkaian yang membuatnya kurang praktis.

Kondisi itu mendorong Solikhah mengembangkan alat yang mampu menjawab persoalan yang dihadapi calon-calon bidan. Pengembangan dilakukan bersama Teguh Nur Iman (Teknik Mesin), dan Felix Setyawan (Teknik Elektro).

Mereka mengembangkan inovasi pemeriksaan dalam dibawah bimbingan Diah Wulandari. Melalui alat ini, mahasiswa kebidanan dapat melatih keterampilannya dalam melakukan pemeriksaan dalam.

“Termasuk, menentukan bagian terendah janin secara praktis dan mirip dengan pemeriksaan dalam pada ibu bersalin,” ujar Solikhah.

Smarten Auto menggabungkan phantom pemeriksaan dalam yang terdiri dari tiga penilaian yaitu pembukaan serviks, penurunan kepala dan titik penunjuk pada presentasi kepala. Tentu, menggunakan rangkaian listrik yang berguna untuk menggerakan akuator.

Selain dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan rangkaian listrik, alat itu terhubung dengan smartphone android. Solikhah menuturkan, Smarten Auto hadir dengan berbagai keunggulan.

Mulai dari sederhana, tahan lama, hemat, praktis dan efektif. Smarten Auto dapat pula membantu dosen dalam memberikan materi, sekaligus memudahkan calon-calon bidan dalam meningkatkan keterampilannya.

(bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: