Sketsa News
Home Berita Terkini, Editorial, Headlines, News Ini Loh Penyebab Maraknya Kasus Pelakor dan Pebinor di Tanah Air

Ini Loh Penyebab Maraknya Kasus Pelakor dan Pebinor di Tanah Air

Sketsanews.com, Jakarta – Perebut laki-laki orang atau biasa disingkat dengan istilah pelakor. Kasus Pelakor begitu maraknya sehingga banyak menjadi topik tranding di media sosial.

Sebenarnya kasus perebut laki-laki orang atau ada juga yang mengartikan pecinta laki-laki orang sudah lama bahkan merebak di negeri ini. Namun justru yang menaikkan rating di media sosial adalah sebuah video yang menjadi viral dan menjadi sorotan para netizen.

Sebagaimana banyak dimuat di media sosial adalah beredarnya video seorang istri sah melabrak pelakor yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.

Videonya sedang melabrak pelakor sambil menyawerinya uang viral di media sosial, bahkan diposting di akun Instagram @lambe_turah.

Tampak di video itu, seorang wanita sedang duduk di sofa, dan wanita yang dipanggil Bu Dendy ini merekam sendiri videonya.

Ia berbicara dengan Bahasa Jawa yang menanyakan kenapa sahabatnya yang bernama Nyla itu tega merebut suaminya sendiri.

Yang menariknya lagi si pelakor pun membalas dengan beberapa ungkapan yang diposting di facebook.

Namun yang menjadi persoalan di sini bukan siapa pelakunya dan itu tidaklah penting akan tetapi yang menjadi persoalan kenapa kasus ini marak terjadi di tanah air kita.

Penelitian tentang perselingkuhan telah banyak dilakukan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hasil penelitian yang berkaitan dengan perselingkuhan menyatakan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya perselingkuhan diantaranya adalah karena tidak adanya hubungan harmonis dalam keluarga, faktor ekonomi, sosial dan psikologi (Suciptawati dan Susilawati, 2006).

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa perselingkuhan merupakan pengalaman yang tragis dalam kehidupan yang dijalani para korbannya (Regina dan Risnawaty, 2006). Penelitian lain juga dilakukan oleh Nirwana (2004) mengungkap tentang kecenderungan perselingkuhan ditinjau dari rasa kesepian.

Pertanyaannya adalah apakah terus semua kesalahan ditimpakan kepada si pelakor, dan apa sebenarnya yang menjadi sebab terjadinya kasus perselingkuhan yang pada jaman now disebut dengan istilah pelakor dan pebinor.

Ada lima alasan sebagaimana yang dihimpun oleh All Women Stalk.

1. Belum Siap untuk Serius

Banyak pria yang sulit berkomitmen dalam hubungan percintaan. Bila mereka belum siap, bahkan tidak ingin memiliki komitmen dengan wanita maka mereka cenderung berselingkuh. Karena baginya hubungan yang dijalaninya saat ini hanya sebuah permainan.

2. Insecure

Pria yang insecure atau merasa tidak aman dengan dirinya sendiri cenderung berselingkuh. Ketika tahu masih ada wanita lain yang menyukainya, maka harga dirinya kembali meningkat dan merasa puas akan hal tersebut. “Pria bisa saja berpikir, mungkin penampilan mereka tidak menarik lagi dan tidak punya kekuatan sebesar dulu saat masih muda. Lalu muncul wanita muda yang mendekatinya, dan dia pun merasa kejantanannya bangkit kembali,” ujar ahli percintaan Diana Parkinson.

3. Kebiasaan Berbohong

Orang yang memiliki kebiasaan berbohong juga memicu untuk berselingkuh. Mereka terbiasa mencari-cari alasan, sehingga membohongi pasangan tidak lagi dibarengi dengan perasaan bersalah. Sebagai buktinya banyak orang yang berduit namun tidak mampu mengelola keuangan sehingga dihambur-hamburkan dengan berbuat selingkuh.

4. Tidak Bahagia dengan Hidupnya

Orang yang tidak bahagia biasanya berakhir dengan keputusan yang salah karena mereka tidak bisa berpikir secara jernih. Selingkuh salah satu cara untuk membuatnya lebih senang, namun biasanya mereka pun tidak menemukan kebahagiaan dengan jalan tersebut. Selingkuh menjadi jalan untuk lari dari masalah. Tidak heran saat pria kehilangan pekerjaan atau orangtuanya, maka mereka meredam rasa sedihnya dengan berselingkuh.

5. Ayah yang Tidak Setia

Para peneliti mengungkapkan pria lebih rentan selingkuh apabila ia dibesarkan oleh ayah yang tidak setia. Anak-anak tumbuh dan berkembang dengan melihat sekeliling mereka. Saat sang ayah berselingkuh, si anak pun menangkap bahwa perbuatan itu boleh dilakukan.

Kesimpulannya kenapa terjadi kasus pelakor ataupun pebinor (perebut bini orang) pada intinya tidak adanya rasa saling menghargai satu sama lainnya. Sebagai contoh yang paling banyak terjadi di masyarakat sekitar kita, istrinya kerja menjadi TKW sementara sang suami di rumah senang-senang sendiri dengan wanita lain. Padahal seharusnya suaminya yang cari uang untuk anak dan istrinya tapi malah milih tinggal di rumah.

Solusinya mereka berdua harus bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain, selain itu juga mereka harus membangun komitmen untuk saling percaya akan tugas dan kewajiban masing-masing. Suami tugasnya mencari nafkah dan istrinya mendidik anak-anaknya.

(jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: