Ini Miras Oplosan Maut Tewaskan Dua Warga Blitar

Foto: Erliana Riady/detikcom

Foto: Erliana Riady/detikcom

Sketsanews.com, Blitar – Minuman keras (Miras) hasil oplosan Jemari (59) berakibat fatal. Seorang tetangganya tewas, dan satu lagi masih dirawat di rumah sakit. Satu korban akibat miras lainnya bernama Mahmudi, belum diketahui asal muasal miras oplosan itu.

Ketiga korban merupakan warga Desa Ngadri Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar. Korban meninggal mengkonsumsi hasil oplosan Jemali yakni, Nanang Anggraeni (29). Sedangkan yang masih kritis bernama Arifin Al Misjan (41).

Jemali mengaku membeli miras bermerek Tomi Stanley dari Wiwin (44) warga Rejoso, Binangun pada Sabtu (26/5). Dia juga membeli beberapa botol minuman berkarbonasi. Kepada polisi Jemali mengaku, dia mencampur kedua minuman itu tanpa bahan lainnya. Jemali mengaku mencampur sekitar lima liter oplosan untuk pesta miras, Selasa (29/5).

“Pengakuan yang ngoplos, Jemali, dia mencampur miras merk Tomi Stanley dengan Coca Cola,” jelas Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, seperti yang dikutip dari detikcom, Sabtu (2/6/2018).

Namun barang bukti yang ditemukan di rumah Jemali ternyata juga ada beberapa botol bir dan minuman suplemen, selain uang tunai Rp 220 ribu.

Hasil penyelidikan polisi menyatakan, Selasa (29/5) ada lima warga pesta miras di rumah Jemali. Mereka mulai minum miras oplosan itu sekitar pukul 12.30 wib sampai pukul 18.00 wib. Mereka adalah Jemali sendiri, Nanang (meninggal), Arifin Al Misjan (kritis), Meseno dan Yono Arema.

“Kami masih mencari keberadaan Meseno dan Yono Arema ini. Semoga mereka seperti Jemali, sehat-sehat saja,” ucapnya.

Polisi mengetahui kejadian yang menimbulkan korban itu pada Kamis (31/6) saat warga Ngadri melaporkan kejadian ini. Kedua korban yang sempat dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, berdasarkan keterangan pihak rumah sakit positif keracunan metanol.

“Saat ini kami masih terus menelusuri korban meninggal, Mahmudi, yang kabarnya juga pesta miras bersama dua temannya,” pungkasnya.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: