Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Inkonsistensi Kebijakan Harga BBM di Era Jokowi

Inkonsistensi Kebijakan Harga BBM di Era Jokowi

Harga BBM di era Jokowi (Foto: Michael Agustinus/kumparan)

Sketsanews.com, Jakarta – Di awal masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertekad melakukan reformasi di sektor energi. Salah satunya dengan mencabut subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium yang kurang tepat sasaran karena lebih dari 70% penerimanya bukan orang miskin.

Pada 17 November 2014, Jokowi ingin menunjukkan bahwa pihaknya berani tidak populer dengan mengumumkan sendiri kenaikan harga Premium dan Solar.

Selain mencabut subsidi untuk Premium, Jokowi juga mengganti skema subsidi Solar menjadi subsidi tetap sebesar Rp 1.000/liter. Dengan begitu, harga Premium dan Solar akan naik turun mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Tapi kebijakan itu hanya berjalan selama 1,5 tahun hingga April 2016. Semenjak itu sampai sekarang, harga Premium dan Solar tak lagi mengikuti harga minyak dunia. Padahal, harga minyak sudah jauh melonjak dari kisaran USD 30 per barel ke level USD 60 per barel di 2018.

Mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2019, Jokowi mengambil keputusan untuk tidak akan menaikkan harga BBM sampai akhir 2019. Dampaknya, Pertamina menanggung kerugian dari penjualan Premium dan Solar.

Berikut perjalanan harga BBM di era Jokowi disajikan dalam bentuk infografik:

Harga BBM di era Jokowi (Foto: Michael Agustinus/kumparan)

(Ad/Kumparan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: