Sketsa News
Home Internasional Permainan Mata Amerika-PKK dan Klaimnya melawan ISIS/Daesh

Permainan Mata Amerika-PKK dan Klaimnya melawan ISIS/Daesh

Sketsanews.com –  Pentagon resmi mengumumkan diri untuk menarik pasokan senjata PKK (Partiya Karkerên Kurdistanê‎)/ Partiya Yekîtiya Demokrat (PYD). Pengumuman ini langsung dikatakan Juru Bicara Pentagon untuk Urusan Timur Tengah, Eric Pahon.

PYD dan sayap militernya YPG adalah jaringan PKK cabang Suriah yang telah mengobarkan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun dan membunuh ribuan nyawa. Turki telah menetapkan PKK sebagai organisasi teroris di Turki. Lebih dari 40.000 orang tewas atas teror PKK terhadap Turki.

Menurut laporan Pentagon, militer AS menyediakan senjata untuk PKK/PYD. Dalihnya, untuk digunakan melawan Daesh. Senjata tersebut termasuk 12.000 Kalashnikov, 6.000 senapan mesin, 3.500 senapan mesin berat, 3.000 RPG-7 buatan AS dan 1.000 AT-4 buatan AS atau pesawat tempur anti-tank SPG-9 buatan Rusia. Sejak saat itu, langkah AS yang terus mempersenjatai PKK/PYD mendapat kritik keras dari Turki.

Menariknya, sebagian besar senjata dan amunisi yang dipasok ke organisasi teroris PKK / PYD untuk melawan Daesh masih belum digunakan.  Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, senjata tidak terpakai tersebut disimpan di Harap Ishk, 21 kilometer dari perbatasan Turki. Rudal anti-tank FGM-148 Javelin yang berulang kali ditolak AS untuk menjualnya ke Turki, juga dipasok ke kelompok PKK.

Talal Silo, Mantan juru bicara dan pembelot dari SDF Suriah, sebuah kelompok yang didominasi oleh teroris PKK/PYD membeberkan bagaimana permainan AS.

“Pada 9 September, kami, sebagai SDF, memulai operasi [melawan Daesh]. Saya sendiri yang mengumumkannya. Sasarannya adalah wilayah al-Jazeera yang tersisa di Suriah dan sebelah utara Sungai Eufrat,” kata Silo.

“Operasi ini terealisasikan dengan dukungan AS. Permasalahannya jelas tidak berkaitan dengan minyak. Tujuannya adalah agar pasukan SDF sampai di distrik Bukamal dan Mayadin sebelum pasukan rezim,” pungkas Silo.

Awalnya, lanjut Silo, AS berusaha membantu, namun gagal. Awalnya SDF juga diganggu Rusia. Serangan Rusia dan serangan rezim bahkan telah menelan banyak korban jiwa. Pasukan SDF dan AS bahu-membahu mengusir pasukan rezim. Namun setelah melihat SDF mencapai wilayah-wilayah tersebut dengan cepat, AS meminta Sahin Cilo [tokoh regional YPG] untuk menyelesaikan hal ini.

Banyak pos yang kemudian diserahkan pada orang-orang Rusia, termasuk pabrik gas Konoko dan ladang minyak di sekitarnya. Saat proses ambil alih ini dilakukan, rezim dan Rusia tidak bergerak maju. (FB.Pizaro)

 

(in)

%d blogger menyukai ini: