IPW Desak Polri Umumkan Siapa Pemilik 97 Butir Peluru Tajam Selundupan

97 butir peluru yang hendak diselundupkan ke Jayapura, Papua dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar

97 butir peluru yang hendak diselundupkan ke Jayapura, Papua dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar

Sketsanews.com, Jakarta – Kabar disitanya 97 butir peluru yang hendak diselundupkan ke Jayapura, Papua dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mengakhiri penutupan tahun 2017.

Dari informasi yang diperoleh, paket peluru tajam itu ditemukan Sabtu 30 Desember 2017, pukul 11.00 Wita di X-Ray RA Cargo Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Rencananya peluru tajam itu akan dikirim dengan pesawat Lion Air JT-798 tujuan Jayapura.

Peluru tajam itu dimasukkan ke dalam tujuh koli barang barang berisi obat-obatan makanan, pakaian dan mainan. Sementara ini Peluru Tajam yang sudah ditemukan sebanyak 97 butir. Dari data yang ada penerima peluru tersebut bernama Ibu Kartini/Mama Taufik di Jayapura, Papua.

Tadak ada pilihan lain bagi pelaku penyelundupan ini kecuali ditangkap. Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera mengumumkan, siapa pemilik peluru tajam itu sesungguhnya dan untuk apa warga sipil mengirimkannya ke Papua? Sebab bukan mustahil peluru tajam itu akan disalah-gunakan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban menjelang pergantian tahun atau untuk mengganggu proses Pilkada 2018. Hal inilah perlu diantisipasi dan diusut Polri, mengingat Papua memiliki tingkat kerawanan tersendiri,” ujar ketua presidium IPW, Neta S Pane, Jakarta, Minggu (31/12/2017).

Menurut Neta, kasus penyelundupan peluru tajam ke Papua ini adalah kasus serius yang harus dituntaskan Polri. Sebab, pelakunya bisa dikenakan Undang-undang darurat dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Seperti dikitip dari Nusantaranews, “Terlepas dari hal itu Polri perlu mengusut apakah kasus ini ada kaitannya dengan berbagai aksi penembakan gelap yang sering terjadi di Papua selama ini,” tandasnya.
(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: