Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Iran: Era AS Membuat Keputusan Untuk Seluruh Dunia Sudah Berakhir

Iran: Era AS Membuat Keputusan Untuk Seluruh Dunia Sudah Berakhir

Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/REUTERS/File Photo
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/REUTERS/File Photo

Sketsanews.com – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dunia akan tidak menerima ultimatum sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Ultimatum itu berisi 12 tuntutan keras terhadap Teheran yang akan dimasukkan dalam perjanjian nuklir yang baru.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita ILNA pada hari Senin, Rouhani mengatakan era AS membuat keputusan untuk seluruh dunia sudah berakhir.

“Negara-negara merdeka. Kami akan melanjutkan jalan kami dengan dukungan bangsa kami,” kata Rouhani.

“Anda siapa berhak untuk memutuskan (tuntutan) pada Iran dan dunia?,” ujar Rouhani menyindir AS.

Awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump menarik diri Washington dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)—nama resmi kesepakatan nuklir Iran 2015. Setelah “mengkhianati” kesepakatan yang diteken di era Presiden Barack Obama itu, Trump memutuskan untuk menjatuhkan sanksi keras terhadap Teheran.

Ke-12 tuntutan AS disampaikan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo. Jika tak dipenuhi, Iran akan merasakan tekanan keuangan hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dari 12 tuntutan tersebut, beberapa di antaranya berhenti mengancam akan menghancurkan Israel dan berhenti melakukan serangan rudal ke Arab Saudi melalui pemberontak Houthi Yaman.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif menuduh AS melakukan kebiasaan lama. Menurutnya, upaya diplomatik Washington selama ini palsu.

“Ini mengulangi pilihan yang salah, yang sama, dan dengan demikian akan menuai imbalan yang sama. Iran, di saat yang sama, bekerja dengan mitra untuk solusi JCPOA pasca-AS,” kata Zarif melalui Twitter. (wal/sindonews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: