Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Isu Penembakan Terjadi di Oxford Street London dan Aksi Teror di Masjid Mesir Menewaskan 235 Orang

Isu Penembakan Terjadi di Oxford Street London dan Aksi Teror di Masjid Mesir Menewaskan 235 Orang

Polisi bersenjata bersiaga di Oxford Street London. (Simon Dawson/Reuters)

Sketsanews.com, London – Penembakan dilaporkan terjadi di kawasan Oxford Street, yang dikenal sebagai lokasi belanja terkenal di London. Peristiwa terjadi saat warga tengah merayakan Black Friday dengan mendatangi lokasi tersebut.

Dilansir dari Reuters, dan detikcom, Sabtu (25/11/2017), insiden tersebut diduga terkait aksi teror. Petugas kepolisian telah datang ke lokasi penembakan, yang saat itu tengah dipadati oleh ribuan pengunjung.

“Polisi merespons insiden yang diduga terkait dengan aksi teroris itu,” kata petugas dalam pernyataannya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski begitu, pihak kepolisian mengimbau pengunjung tetap berada di dalam pusat belanja Oxford Street sampai ada pemberitahuan selanjutnya.

“Pada tahap ini polisi belum menemukan korban jiwa. Jika Anda berada di Oxford Street dan sedang berada di dalam bangunan, tetaplah berada di dalam sampai ada pemberitahuan selanjutnya,” imbuh pernyataan tersebut.

Seorang saksi dalam peristiwa itu mengatakan para pengunjung Oxford Street berlarian karena panik saat penembakan terjadi. Petugas yang berada di lokasi meminta para pengunjung menjauh dari area penembakan.

Seorang saksi juga mengaku melihat seorang wanita tua dan seorang pria yang membawa anaknya jatuh tersungkur karena panik.

“Semua orang berlarian ke berbagai arah. Saya sendiri tidak tahu harus pergi ke arah mana,” kata saksi tersebut.

Otoritas transportasi wilayah London menyebut, buntut dari insiden tersebut, kereta-kereta untuk sementara tidak berhenti di antara Stasiun Oxford Circus dan di dekat Stasiun Bond Street. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: