Sketsa News
Home Berita Terkini Jamin Stok Elpiji Aman selama Ramadan

Jamin Stok Elpiji Aman selama Ramadan

Tumpukan gas yang dijual disalah satu SPBU di Sukoharjo. (RYANTONO P.S/RADAR SOLO)

Sketsanews.com, Sukoharjo – Stok gas selama bulan Ramadan diklaim aman oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Sukoharjo. Sampai saat ini tidak ada gejolak di lapangan. Namun, pihaknya tetap melakukan pantauan mengantisipasi kelangkaan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Sukoharjo mengatakan, sampai saat ini kuota Sukoharjo tercukupi. Belum ada permintaan tambahan.

”Sekarang juga sudah menggunakan bright gas untuk para PNS. Kalau masyarakat belum ada keluhan gas,” ucapnya kepada JawaPos.com, Kamis (17/5).

Pihaknya memaparkan, saat bulan Ramadan belum ada penambahan stok. Biasanya penambahan stok gas turun menjelang Lebaran atau Idul Fitri. Di luar itu, pihaknya juga ‎terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi pangan.

Sutarmo menuturkan, beberapa waktu lalu memang sempat ada kesulitan elpiji 3 kg. Namun, hal tersebut sudah diatasi dengan cara turun langsung ke lapangan bersama hiswana migas. Setelah itu, stok terpantau aman.

”Dulu turun ke lapangan ada laporan rumah makan pakai gas 3 kg. tapi sekarang sudah diperingatkan dan stok terpantau aman,” katanya.

Dia juga mengatakan, untuk stok bright gas sudah tersedia di SPBU di Sukoharjo. Warga yang ekonominya mampu diminta untuk menggunakan bright gas. Untuk semua ASN di Sukoharjo pihaknya sudah mensosialisasikan untuk menggunakan bright gas.

”ASN mampu untuk menggunakan bright gas, mereka tentu sudah beralih,” ungkapnya

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, pihaknya juga memiliki Satgas Pangan. Nantinya tim itu bertugas untuk memantau kondisi dilapangan apakah ada kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

”Kita tetap akan melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait,” papar dia.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: