Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat Jangan Remehkan Jika Anak Anda Mengalami 15 Gejala Ini, Bisa Jadi Tanda-Tanda Awal Kanker!

Jangan Remehkan Jika Anak Anda Mengalami 15 Gejala Ini, Bisa Jadi Tanda-Tanda Awal Kanker!

Ilustrasi.

Sketsanews.com, Jakarta — Dewasa ini berbagai penyakit berkembang dan semakin banyak macamnya.

Bisa jadi hal itu disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur atau sembarangan.

Dikutip dari my.theasianparent.com kita dapat mengenali tanda-tanda awal terjadinya kanker.

Sebisa mungkin kita jadi tahu dan mencegah sebelum penyakit bertambah parah.

Berikut akan dirangkum 15 tanda-tanda kanker yang bisa terjadi pada anak.

1. Hidung Kerap  Berdarah

Bila saluran darah kecil di bagian depan hidung anak, itu dapat menyebabkan hidung berdarah (mimisan), tapi itu akan berkurang setelah pubertas.

Namun begitu, jika hal ini (mimisan) kerap terjadi, sehinggga 4 atau 5 kali sebulan, mungkin itu bisa menjadi tanda-tanda kanker.

Hidung yang sering dan terus berdarah adalah gejala dari leukemia limfoblastik akut (LLA).

Menurut dari Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura, yang mana itu adalah sejenis kanker yang umum ditemukan pada anak-anak.

2. Kudis yang Sukar Sembuh

 Bagi anak-anak yang aktif bermain, mereka mungkin akan menghadapi luka akibat dari aktivitas tersebut.

Jika luka yang ada pada anak-anak sulit untuk sembuh dan berkepanjangan, segera ambil tindakan.

Terutama jika luka ini ada di seluruh bagian tubuh yang sulit untuk sembuh seperti, di atas kulit, kemaluan, atau rongga mulut.

3. Kelenjar Nodus Limfa Membesar

Ini mungkin tidak memberikan rasa sakit, tapi jika semakin membesar bisa menjadi tanda bagi penyakit limfoma non-Hodgkin.

Gejala yang terlihat adalah pembengkakan pada bagian leher, ketiak, pangkal paha, dada dan perut, di semua bagian terletaknya kelenjar getah bening.

Dapat mudah dilihat atau dirasa seperti benjolan di bawah kulit.

Kelenjar getah bening yang dekat dengan permukaan kulit seperti, di tepi leher, di pangkal paha, ketiak atau bagian atas tulang selangka.

Limforma adalah disebabkan oleh tumor yang dimulai dalam kelenjar getah bening.

4. Berat Badan Turun dan Tidak Dapat Dijelaskan Sebabnya

 Anak-anak bisa turun berat badan kalau tak ambil jumlah kalori yang cukup atau membakar lebih banayk kalori dari biasanya.

Jika anak kehilangan berat badan dengan mudah, walau tidak sedang dalam diet ataupun latihan tertentu, segeralah memeriksakannya ke dokter.

Karena, menurut kata dokter, jika berat badan turun dengan banyak pada satu waktu, itu mungkin pertanda bagi penyakit tersembunyi, termasuk kanker.

5. Sesak Nafas

Sesak napas bisa menjadi tanda leukemia, mencakup hampir dari 40% dalam semua kanker anak, menurut dari Institut Kanker National University, Singapura.

Bukan itu saja, sesak napas adalah hal serius buat anak-anak, dan harus mendapatkan perawatan segera ke dokter atau ruang darurat.

6. Benjolan

Petanda lain dari kanker adalah, munculnya benjolan pada bagian perut atau kaki dan tangan.

Bengkak di perut mampu menunjukkan tumor Wilms, kanker ginjal yang terjadi pada anak-anak yang sangat muda, menurut Rumah Sakit Wanita dan Anak-Anak KK.

7. Perubahan Tingkah Laku

Menurut Institut Kesehatan Anak di Rumah Sakit Universitas Nasional, perubahan perilaku ini dapat menjadi pertanda kanker, bersama dengan perubahan dalamkepribadian dan prestasi di sekolah.

8. Sakit Kepala

Pusat Kanker Nasional, Singapura (NCCS) menyatakan, sakit kepala yang terus menerus bisa menjadi salah satu tanda-tanda tumor dalam otak.

Ini karena disebabkan oleh tekanan yang meningkat dalam tulang, diakibatkan oleh benjolan, lalu tulang dalam struktur tulang tubuh tidak dapat berkembang.

9. Muntah

Keracunan makanan, batuk yang parah atau flu, atau juga flu perut bisa jadi salah satu penyebab anak muntah.

Kanker yang mempengaruhi otak juga dapat menyebabkan gejala muntah.

Dapatkan pengobatan dengan cepat kalau anak sering mual dan ada masalah untuk menjaga asupan makanan dan minuman.

10. Masalah Penglihatan

Masalah penglihatan seperti kabur, penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan adalah pertanda yang mungkin bagi tumor otak.

11. Sawan

Wujud kanker pada anak-anak adalah kejang, yang mana tidak ada kaitan atau disebabkan oleh demam panas yang tinggi.

Menurut Pusat Kanker Parkway sawan juga dapat menjadi tanda bagi tumor otak.

Namun begitu, dapatkan pengobatan dengan cepat dan terlebih dahulu untuk menentukan penyebab sebenarnya, karena kejang juga dapat diakibatkan oleh demam,

kekurangan oksigen, trauma di bagian kepala atau berbagai penyakit lain.

12. Sakit Tulang

Sakit tulang juga berada dalam daftar tanda-tanda kanker pada anak-anak, di mana ia terkadang bisa mengakibatkan lumpuh, tambah Institut Kanker Nasional, Singapura.

Dengan lebih khusus lagi, gejala sakit tulang ini juga dapat menunjukkan tanda bagi Neuroblastoma, sebuah tumor kanker yang biasanya terjadi pada kelenjar adrenal.

Ini adalah sebuah tumor padat ganas yang mengakibatkan pembengkakan atau nyeri, dan gejalanya mungkin berbeda-beda tergantung pada lokasi tumor.

13. Lemah

Kelelahan secara terus-menerus dan lemah (mudah lelah) adalah gejala umum dari penyakit Limfoma, di mana ia adalah sekelompok kanker dalam seistem limfa, kata Dewan Promosi Kesehatan Singapura.

Pemeriksaan fisik, tes darah, biopsy bagi bengkak, inhalasi tulang sumsum, X-ray, CT atau scan MRI antara tes yang harus dilakukan untuk diagnosis penyakit ini.

14. Demam

Jika anak Anda mengalami demam yang berulang atau demam yang tak dapat dijelaskan, itu mungkin adalah pertanda kanker, khususnya Leukemia, menurut kata rumah Sakit Wanita dan Anak-anak KK (KKH).

Kanker ini terjadi ketika tulang sumsum memproduksi sel-sel darah putih yang tidak matang secara berlebihan.

Leukemia adalah sejenis kanker yang paling umum terlihat pada anak-anak.

15. Pendarahan

Menurut KKH, kanker yang terjadi pada bagian dalam ginjal dapat mengakibatkan seorang anak mengirim darah ke dalam air kencingnya, disebut Tumor Wilms.

Kanker jenis ini jarang terjadi, dan memberi efek terutama pada anak-anak.

Ini biasanya ditemukan dalam salah satu ginjal saja, meskipun kadang ia mampu mempengaruhi kedua ginjal juga.

(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: