Jelang Pilpres 2019, Komisi II: Waspadai Permainan Intelijen

Isu intervensi intelijen menjadi salah satu bagian penting yang akan mempengaruhi hasil akhir Pilpres 2019 nanti. (Foto: istimewa)

Isu intervensi intelijen menjadi salah satu bagian penting yang akan mempengaruhi hasil akhir Pilpres 2019 nanti. (Foto: istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Eddy Wijaya Kusuma mengajak masyarakat mulai mewaspadai potensi hoaxs jelang Pilpres 2019.

Dia mencontohkan, isu hoaks yang menyebut adanya 7 kontainer surat suara sudah tercoblos di Tanjung Priok. Menurut Eddy, hoaxs tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi di Tanah Air.

Dia menilai, permainan hoaks dapat dikatakan sebagai kejahatan politik yang sudah tersusun secara sistematis untuk menjatuhkan KPU dan pemerintah, serta ingin menggagalkan Pemilu 2019.

“Nah ini perlu diwaspadai untuk kita semua. Baik itu oleh anggota DPR, Bawaslu, dan KPU. Karena permainan politik, permainan intelijen untuk menggagalkan Pemilu ini, kadang-kadang tidak kita rasakan. Enggak terasa bagi kita, kalau terasa itu bukan permainan dari intelijen,” kata Eddy di Jakarta, Kamis (10/1/201), dikutip dari teropongsenayan.

Maka itu, politisi PDI-Perjuangan ini mengingatkan kepada pemerintah agar mewaspadai segala upaya yang akan menghambat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Termasuk, lanjut Eddy, beberapa bulan yang lalu ada kasus Kartu Tanda Penduduk Elektrik (KTP-el) tercecer di Bogor, Jawa Barat.

Sepintas, kejadian tersebut merupakan suatu kelalaian dalam mengangkut barang barang atau KTP-el yang dikatakan rusak dan tidak terpakai. Tetapi menurutnya tidak boleh hanya sampai di situ.

“Kalau kita lihat tercecer, selanjutnya terjadi lagi, tercecer lagi, tercecer lagi. Kemudian ada yang tercecer dan masih valid. Nah kalau kita tidak menganalisa dengan menggunakan teori analisa dan teori intelijen yang mendalam, maka kejadian itu akan biasa-biasa saja,” jelasnya. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: