Jenderal Sang Pengkhianat Negara

Sketsanews.com, Jakarta – Pidato Megawati Sukarno Putri yang berapi-api pada acara pembukaan Kongres PDIP ke IV di Sanur Bali beberapa waktu yang lalu mengungkapkan bahwa bahwa dirinya dihianati. Menurut seorang pengamat politik, Ikrar Nusa Bakti menduga pernyataan Megawati itu mengarah kepada tiga orang yang kini ada di lingkaran Istana. Salah satu daftar nama dari ketiga orang yang diduga melakukan pengkhianatan adalah Luhut Binsar Panjaitan.

Pernyataan ini pun tidak dibantah oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, saat dimintai tanggapannya tentang pernyataan Ikrar. “Peringatan yang disampaikan Megawati kepada siapa, saya tidak dapat menyampaikan kepada publik. Namun saya kira publik sudah tahu,” katanya.

Sepertinya kita harus mengetahui siapa sebenarnya Luhut Binsar Panjaitan itu. Menurut Profesor Salim Said, ahli militer terkemuka dalam buku otobiografinya berjudul “Dari Gestapu Ke Reformasi, Serangkaian Kesaksian“, Leonardus Benny Moerdani (LB Moerdani) yang dianggap sebagai Raja Intelijen Indonesia mempunyai seorang anak kesayangan atau anak emas yaitu Luhut Binsar Pandjaitan (LB Panjaitan).

Pernyataan Salim Said yang juga mengutip Adam Schwarz adalah sebagai berikut:“Berbeda dengan panglima-panglima sebelum dan sesudahnya, Benny (Moerdani) memang memelihara sejumlah orang yang disenanginya. “Mereka itu semacam golden boys Benny Moerdani,” kata Schwarz. Salah satu yang dikenal sebagai “anak emas” itu adalah Luhut Binsar Pandjaitan.”

Pendapat yang sama juga dinyatakan oleh Sintong Pandjaitan dalam bukunya yang berjudul Hendro Subroto, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, menyatakan bahwa ketika terjadi Debennysasi atau menyingkirkan orang-orang yang dekat dengan LB Moerdani, maka posisi LB Pandjaitan yang digolongkan sebagai anak emas LB Moerdani turut terkena imbasnya.

Lantas apa dan bagaimana sepak terjang Sang Jenderal yang menjadikan dia diberi stempel seorang Pengkhianat bangsa. Nama Luhut Binsar Pandjaitan disebut dalam persidangan kasus suap pejabat pajak di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/3/2017).

Luhut disebut pernah meminta agar Direktorat Jenderal Pajak membatalkan surat pencabutan pengusaha kena pajak (PKP) terhadap sejumlah perusahaan Jepang. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv, saat bersaksi bagi terdakwa Country Director PT Eka Prima Ekspor Indonesia R Rajamohanan Nair.

Nama Luhut Panjaitan pun disebut-sebut bahkan sebanyak 66 kali dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR RI, Setya Novanto dan pengusaha migas Riza Chalid, saat berbincang dengan Direktur PT. Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Kedekatan Luhut dengan Setya Novanto seolah tersirat dalam rekaman percakapan kasus Freeport yang di kalangan netizen diolok sebagai kasus “papa minta saham”.

Kasus berikutnya yang menyangkut Luhut adalah kasus proyek reklamasi teluk Jakarta. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa proyek tersebut telah memakan dana trilyunan yang dibagikan kepada beberapa pihak. Bahkan informasi terakhir, para pengembang proyek reklamasi tersebut menambah 15% untuk kelanjutan proyek reklamasi tersebut.

Berdasarkan data dan fakta mengenai proyek reklamasi tersebut maka Luhut bersikeras untuk melanjutkan proyek tersebut sampai selesai.

Pertanyaannya ada apa dibalik itu semua, ada hubungan apa antara Luhut dengan Ahok? Dalam kasus reklamasi ini, status Ahok adalah sebagai seorang karyawan pengembang seperti disampaikan oleh Rizal Ramli ketika masih menjabat Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya. Hal ini yang menjadikan Ahok sewot kepada Rizal Ramli dan karena kasus ini pula yang menyebabkan Rizal Ramli dicopot jabatan menjadi menteri.

Sedangkan Ahok dan Luhut memiliki hubungan yang baik dan dekat sehingga ketika dia menggantikan posisi Rizal Ramli, Ahok menyambut dengan senang hati.

Kesimpulannya berdasarkan fakta diatas menunjukkan bahwa Luhut tersangkut dengan berbagai kasus dan kasus yang paling berat adalah kasus proyek reklamasi karena pada hakekatnya dia telah melakukan pelanggaran yang besar serta telah ikut andil dalam menjual aset negara kepada pihak asing khususnya Cina.

(jp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: