Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Politik Jika Pilih Cawapres dari Nonparpol, Jokowi Ikuti Jejak SBY

Jika Pilih Cawapres dari Nonparpol, Jokowi Ikuti Jejak SBY

Presiden Joko Widodo. (Foto: Biro Pers Setpres)

Sketsanews.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan kandidat bakal calon wakil presiden (cawapres) yang mendampinginya di Pemilihan Umum 2019 telah mengerucut menjadi lima nama. Meski begitu, lima sosok ini masih tahap penggodokan yang dilakukan tim internalnya.

Kabar yang beredar, dua dari lima nama itu adalah tokoh yang bukan berasal dari partai politik (parpol). Dua nama yang kerap disebut-sebut itu merupakan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD; dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan memilih cawapres di periode keduanya ini dari kalangan nonparpol. Jokowi, menurut Ujang, bisa meniru jejak presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat itu SBY memilih ekonom Budiono sebagai wakil presiden untuk mendampingi di periode kedua pemerintahannya. Sama seperti Jokowi saat ini, kala itu SBY juga didukung mayoritas partai politik yang ada di DPR RI.

“Akan lebih memilih nonparpol seperti yang dilakukan SBY ketika memilih Boediono,” ujar Ujang, seperti yang dikutip dari Okezone, Jumat (13/7/2018).

Dari sejumlah nama yang beredar, Ujang menyatakan paling berpeluang adalah Mahfud MD dan Sri Mulyani. Menurut dia, kedua nama ini dinilai sarat pengalaman di bidang masing-masing.

Mahfud MD diketahui merupakan pakar hukum tata negara. Ia pernah menduduki jabatan di pemerintahan. Selain Ketua MK, Mahfud pernah menjabat sebagai menteri pertahanan serta menteri hukum dan perundang-undangan era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Sementara Sri Mulyani merupakan sosok yang sangat mumpuni di bidang perekonomian. Kerap menjadi menteri keuangan, Sri Mulyani juga pernah menjabat sebagai direktur pelaksana Bank Dunia pada Juni 2010 sampai Juli 2016.

Meski begitu, nama Mahfud MD lebih berpeluang besar menjadi cawapres Jokowi karena tak pernah terseret dalam kasus hukum. Sementara Sri Mulyani, namanya pernah dikait-kaitkan dalam kasus Bank Century.

Selain itu, menurut Ujang, latar belakang Mahfud yang berasal dari pesantren dan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) juga akan menjadi pertimbangan Jokowi untuk meraup suara.

“Mahfud relatif bersih dan tidak pernah diperiksa KPK,” jelasnya.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: