John Allen Chau, Misionaris Amerika Mati Dipanah Suku Sentinel, India – Jenazahnya Tidak Bisa Diambil

An American missionary, Mr John Allen Chau, was killed and buried by a tribe of hunter-gatherers on a remote island in the Indian Ocean.PHOTO: REUTERS, straitstimes,com

Sketsanews.com, India – Seorang turis dari Amerika Serikat tewas setelah dipanah oleh para penduduk asli suku Sentinelese.

Jenazah turis bernama John Allen Chau ini kemungkinan tidak akan bisa diambil dari Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman, India. Chau tewas karena terkena anak panah dari suku Sentinel, suku asli yang mendiami pulau itu.

Meski begitu, kematian Chau tidak bisa dibawa ke jalur hukum dan keluarganya tidak bisa menuntut atas kejadian ini.

Sentinelese island: Last tribe standing: Why all attempts at ‘assimilating’ Andamanese tribes have ended badly | Times of India

Suku Sentinel adalah suku yang dilindungi pemerintah India dan sebetulnya sudah ada larangan agar siapa saja tidak mengunjungi Pulau Sentinel Utara.

John Allen Chau, misionaris Amerika yang mati dipanah Suku Sentinel di Kepulauan Andaman, India.

Instagram johnachau Kayaking the tropics in this endless summer. #offseason #adventure #tropics #orukayak #perkyjerky #wild #theoutbound #origamikayak #neverstopexploring

Suku ini diyakini sebagai suku pra-neolitik terakhir di dunia yang masih mempraktikkan cara hidup berburu dan meramu.

Selain itu, mereka sangat sensitif terhadap kehadiran orang asing sehingga akan sangat sulit untuk mendatangi pulau dan mengambil jasad Chau.

Apalagi ada kendala bahasa juga dan tidak ada yang memahami bahasa yang digunakan suku Sentinel.

Melansir AFP, pihak berwenang India bahkan belum mencoba untuk mengirim polisi ke pulau itu untuk menginterogasi anggota suku.

Namun, kepolisian India telah mengirim perahu di sekitar Sentinel Utara pada Jumat lalu.

“Tindakan pencegahan sudah diambil tim untuk memastikan kelompok suku ini tidak terganggu dan tertekan,” kata kepolisian India dilansir dari AFP.

Kepala polisi Andaman, Dependra Pathak mengatakan tidak ada batas waktu untuk menemukan jenazah Chau.

Pihak berwenang mengalami dilema sebab keluarga Chau meminta agar jenazah Chau bisa diambil sementara menjaga privasi di sekitar Sentinel Utara penting bagi kelangsungan hidup suku.

Author Pankaj Sekhsaria with his book ‘The Last Wave’ An Island Novel. | The Hindu

Seorang ahli kesukuan dan penulis buku tentang kepulauan Andaman dan Nicobar, Pankaj Sekhsaria mengatakan kalau upaya untuk mengambil jenazah Chau adalah hal yang sia-sia.

‘Saya berpikir itu bukan ide yang bagus untuk mendekati pulau karena akan menciptakan konflik dengan penduduk di sana,” kata Pankjaj dilansir dari Kompas.com.

Hall serupa juga disampaikan oleh peneliti senior lembaga Survival International, Sophie Grig.

“Saya tidak yakin ada cara aman untuk mengambilkembali jenazah tanpa melibatkan suku Sentinel dan mereka yang mendekatinya akan berisiko,” kata Grig.

Jika polisi nekat pergi ke pulau untuk mengambil jenazah Chau, mereka kemungkinan besar juga ikut terbunuh.

Pihak berwenang terus berkomunikasi dengan ahli antropogoli tentang cara terbaik untuk membujuk suku Sentinel.

Profesor antropologi di Universitas Delhi, Anup Kapoor Menjelaskan bagi siapa yang ingin berinteraksi dengan suku Sentinel harus menunjukkan mereka setara.

“Jangan mengenakan apa pun. Hanya dengan itu, Anda bisa berharap memiliki semacam interaksi,” kata Anup Kapoor.

Kapoor pernah berhasil berinteraksi dengan suku Onge, salah satu suku di Andaman juga dengan cara itu.

“Setelah saya menanggalkan pakaian saya, kecuali pakaian dalam, saya bisa mendekati mereka,” lanjutnya.

Namun hingga saat ini belum diketahui apakah pihak berwenang di Andaman akan melakukan saran Kapoor atau tidak. (*TribunBali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: