Jokowi Ingatkan Relawan Tak Terlena Hasil Survei

Jokowi/Sindonews

Jokowi/Sindonews

Sketsanews.com, Makassar – Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta relawan serta Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) agar terus bekerja menyosialisasi pasangan Jokowi-KH Maíruf Amin (KMA) kepada calon pemilih.

Calon petahana ini mengingatkan agar para relawan pendukungnya tak terlena jajak pendapat yang selalu menempatkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 di posisi teratas.

Seperti yang dikutip dari Sindonews, hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TKD KIK Sulsel di Hotel Claro Makassar kemarin. “Perlu saya ingatkan bahwa di tahun 2014 Sulawesi selatan, kita menangkan dengan angka 71%.

Tapi saya harus ngomong apa adanya, saat ini survei terakhir posisi kita dengan mereka (Pasangan Prabowo Subianto-Sandi Uno) sama, 47% – 47%,” katanya. Menurut Jokowi, angka tersebut lantaran relawan dan TKD KIK Sulsel belum bergerak untuk melakukan kerja-kerja pemenangan di tengah-tengah masyarakat.

Jokowi optimistis, jika relawan dan TKD KIK Sulsel bergerak, dipastikan angkanya akan berbeda. “Tapi saya tahu bapak dan saudarasaudara ini belum bergerak. Kalau sudah bergerak saya meyakini, angka 71.3% pasti itu sebuah target yang mudah.

Pasti saya yakin, pasti melebih angka tersebut,” sebut Jokowi. Di hadapan relawannya, Jokowi juga menjelaskan bahwa situasi politik secara global saat ini berubah sangat cepat, dan susah ditebak.

Jokowi pun menyebut beberapa contoh seperti British Exit dan Pemilihan Presiden Amerika Serikat. “Saya ketemu dengan David Cameron, perdana menteri (Inggris). Saya tanya bagaimana Brexit? Menang atau kalah? Tapi dia bilang menang besar. Apa yang terjadi? Saat hari H, kalah.

Kedua, Hillary Clinton, semua survei mengatakan, Hillary menang. Tapi, apa yang terjadi? (Donald) Trump menang,” katanya. Menurut Jokowi, yang bisa dipetik dalam dua peristiwa ini adalah relawan dan tim pemenangan harus hati-hati dengan angka-angka dan prediksi yang memihak.

Sebab hal itu justru bisa berdampak sebaliknya. “Hati-hatilah kita semua dalam bekerja di politik sekarang ini. Karena ada perubahan-perubahan yang kadang-kadang tidak kita duga berubah dengan sangat cepat karena isu yang dikembangkan bisa menyebabkan orang itu jatuh,” papar mantan Wali Kota Solo ini.

Makanya ia berpesan kepada relawan dan tim pemenangan agar tidak kendur gara-gara meyakini angka yang sudah diperoleh tinggi dan jaraknya sudah lebar. Ia kemudian menyebutkan bahwa tim punya 2 kerja utama, yakni menangkis isuisu negatif yang ada, kemudian melakukan sosialisasi keberhasilan pemerintah.

Jokowi menyebut, jika selama ia menjadi presiden, sejumlah isu negatif dibangun untuk menghantam dirinya bertubi-tubi. Mulai dari PKI, antek-antek asing sampai kriminalisasi ulama. Isu-isu itulah yang menurut Jokowi harus ditangkis oleh relawan dan tim pemenangan.

“Contoh, Presiden Jokowi itu PKI. Perlu saya sampaikan di sini, PKI itu dibubarkan tahun 65- 66, saya lahir tahun 61. Umur saya baru 4 tahun. Artinya apa ada yang namanya PKI balita? Ini adalah fitnah yang harus diluruskan,” kata dia.

“Bagaimana bisa antiulama? Calon wakil presiden kita Prof KH Ma’ruf Amin ini, ketuanya Majelis Ulama Indonesia. Logikanya nda k masuk. Kemudian Hari Santri yang memutuskan dengan surat keputusan presiden itu juga kita, di 2014, 22 Oktober,” sambung Jokowi.

Makanya, kata Jokowi, relawan dan tim kampanye harus menangkis semua isu negatif ini karena jika tidak, justru hal itu bisa dianggap benar. Apalagi, menurut Jokowi, masyarakat Indonesia kini sangat mudah diombangambing isu seperti itu.

Sementara itu ketua tim penasihat pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla, juga sudah mendapat informasi mengenai survei yang disebutkan Jokowi. Makanya dia juga memberi instruksi khusus kepada Golkar Sulsel.

“Saya kan kemarin hadir di pertemuan Golkar juga, saya menyampaikan hal sama, harus bersamaan pilihannya, setiap pemilih Golkar harus juga memilih yang telah disepakati secara bersama, jangan mendua,” kata Jusuf Kalla kepada awak media di kediamannya kemarin.

Menurut Kalla, apa pun yang bisa dilakukan untuk menaikkan keterpilihan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel harus dilakukan. “Apa pun yang dapat dan harus kita lakukan, kita lakukan. Bagi saya pribadi, apa pun yang diharapkan akan saya penuhi untuk kemajuan bangsa dan negara,” sebutnya.

Lalu saat ditanya kenapa 2019 harus Jokowi lagi? Jusuf Kalla memberikan jawaban santai. Menurut dia, Jokowi sudah paham permasalahan yang ada di Indonesia. “Karena ini yang terbaik dari yang ada. Idealnya kan pilihan terbaik.

Kedua sudah menguasai masalah dan tidak butuh harus belajar lagi,” ujar Jusuf Kalla. Sebelum rakorda di Claro, Jokowi juga menghadiri kegiatan silaturahmi dengan ribuan masyarakat Sulsel di Gedung Celebes Convention Centre (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga. Ia didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Kegiatan silaturahmi itu diprakarsai Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto. (Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: