Jokowi ke Relawan: Jangan Senang Dulu Menang Survei

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait penembakan pekerja Trans Papua di Istana Merdeka, Jakarta

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait penembakan pekerja Trans Papua di Istana Merdeka, Jakarta

Sketsanews.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo bicara soal hasil survei sementara terkait Pilpres 2019. Dalam berbagai macam survei, pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin selalu unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam acara temu relawan Bravo Lima di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jokowi pun meminta para pendukung dan relawan tidak senang terlebih dahulu dengan hasil survei.

Jokowi mengatakan, saat ini dalam dinamika politik, ekonomi dan sosial global mengalami perubahan. Hal ini dia sadari saat PM Inggris David Cameron kalah saat referendum Brexit.

“Saya saat itu tanya kepada PM Cameron, referendum Brexit seperti apa? Apa dia jawab? Kita akan menang besar. Hasil survei menang besar, meskipun kalah, kita tetap akan menang, meski kecil dianggap menang. Tapi apa yang terjadi? hasilnya dia kalah,” kata Jokowi dalam sambutannya, Senin malam, 10 Desember 2018.

Jokowi juga menyinggung saat Hillary Clinton yang jauh diunggulkan saat Pilpres Amerika Serikat (AS). Namun, hasilnya kalah dari Donald Trump. Dalam berbagai survei, Hillary selalu diunggulkan.

“Padahal semua survei sampai detik terakhir (menyatakan Hillary Clinton menang). Dan saya mulai bertanya-tanya, bahkan Obama pun waktu saya tanya jawabnnya pasti menang. Tapi kita lihat, Donald Trump yang menang,” kata Jokowi.

Lanjut Jokowi, artinya dalam landscape politik global sudah berubah. Untuk itu ia meminta para pendukung dan relawan jangan terlena dengan hasil survei. Apalagi, kata Jokowi, hasil survei atas dirinya selama 2,5 bulan ini menang di atas 20 persen dari rivalnya.

“Ini yang harus kita lihat dalam sebuah kacamata kehati-hatian. Hati-hati menangani ini. Jangan senang dulu menang survei, dengan sebuah gap yang di atas 20 persen sudah 2,5 bulan ini seperti itu terus,” katanya.

Dia juga meminta kepada relawan agar waspada dengan isu yang berkembang di media sosial. Beberapa isu bisa tiba-tiba mempengaruhi para pemilih di detik-detik akhir jelang pencoblosan.

“Hati-hati, jangan senang dulu, karena itu tadi, dengan adanya keterbukaan, media sosial yang sangat terbuka seperti sekarang ini munculnya isu yang tiba-tiba mempengaruhi yang namanya pemilih dengan dadakan karena isunya memang sudah disiapkan,” katanya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta relawan juga menyiapkan isu-isu yang melawan isu-isu negatif yang kerap dialamatkan kepada dirinya.

Menurutnya, sebagai capres petahana memang kerap dicari kesalahan terkait program yang gagal dikerjakan.

Untuk itu, ia meminta para relawan dan pendukung berkampanye secara door to door dengan menjelaskan beberapa hasil kinerja dan keberhasilan pemerintahan.

“Kalau apa yang sudah kita kerjakan saya kira ini perlu diangkat-angkat terus baik infrastruktur, baik dana desa, baik program keluarga harapan, baik kartu pintar, baik kartu sehat memang harus diangkat terus,” katanya. seperti yang di lansir dari VIVA.

 

 

(Air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: