Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Politik Jokowi: Kemiskinan Jadi Penyebab Terorisme Makin Menyebar

Jokowi: Kemiskinan Jadi Penyebab Terorisme Makin Menyebar

Presiden Joko Widodo saat memberi suatu keterangan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta. (CNN Indonesia/Resty Armenia)

Sketsanews.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa kemiskinan merupakan salah satu penyebab makin menyebarnya terorisme di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan sosial, kalau diteruskan, berbahaya dan akan kemungkinan menjadi bahan bakar bagi tumbuhnya masalah sosial, termasuk radikalisme, ekstremisme, dan yang lebih ke sana lagi, terorisme,” ujar Jokowi.

Hal itu disampaikan sang kepala negara ketika memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun Anggaran 2016 di Aula Gedung Gatot Subroto Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/12).

Jokowi menganggap kemiskinan, ketimpangan antarwilayah, dan kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin sebagai tantangan utama pemerintah di tingkat nasional. Menurutnya, distribusi kesejahteraan rakyat belum merata.

Dilansir dari CNN Indonesia, “Kemarin kami mendapatkan informasi dari World Bank bahwa gini ratio kita sudah sangat mengkhawatirkan. Semoga tidak ada kenaikan. Satu persen rumah tangga Indonesia menguasai 50 persen lebih sedikit kekayaan bangsa kita. Ini adalah sebuah kesenjangan yang sedikit demi sedikit kita selesaikan,” ujar Jokowi.

Jokowi pun menuturkan, pemerintah tidak anti pada orang yang kaya, namun jika ada warga yang super kaya dan di sisi lain masih ada warga lainnya yang bahkan untuk mencari uang untuk makan saja sulit, maka ini terjadi kesenjangan yang sangat lebar.

“Inilah sebuah gap yang sangat lebar. Harus kita dekatkan dengan anggaran maupun pendekatan di lapangan,” katanya.

Presiden juga meminta agar Tentara Nasional Indonesia berhati-hati terhadap semakin luasnya penyebaran Negara Islam Irak dan Syria (ISIS) di dunia, termasuk di Indonesia.

Jokowi menjelaskan, hampir setiap negara menjadikan penumpasan terorisme sebagai prioritas masalah yang harus segera dihadapi. Ia berpandangan bahwa Indonesia harus melakukan hal yang sama.

“Ini hampir dialami semua negara. Setiap saya ketemu kepala negara, prioritas semua negara adalah terorisme, ISIS. Selalu ke sana. Oleh sebab itu, kita juga harus mulai konsentrasi masalah ini,” ujarnya.

Menurut Jokowi, jika negara tidak hati-hati, maka terorisme pasti akan menjadi sebuah ancaman yang nyata. Cara pencegahan yang paling bisa dilakukan saat ini, tuturnya, adalah dengan sosialisasi di seluruh lingkungan, baik di provinsi, maupun di kota/kabupaten.

“Harus dilakukan penyampaian-penyampaian. Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak proteksi secara dini, kalau kita tidak sampaikan pada masyarakat betapa bahayanya ini, kalau nanti sudah menjadi kenyataan yang terlambat, salah besar kira,” katanya.

Karenanya, imbuh Jokowi, ia menegaskan agar para prajurit TNI berhati-hati dan mulai melakukan berbagai langkah pencegahan serta pendekatan kepada masyarakat dari sekarang.

“Kita harus hati-hati. Pendataan, pendampingan, dan langkah-langkah yang konkret, langkah terobosan untuk melakukan deradikalisasi harus terus menerus dilakukan dengan menggunakan pendekatan-pendekatan keamanan, baik yang hard approach, maupun soft approach, dengan pendekatan anggaran, pendekatan budaya,” ujarnya. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: