Jokowi Larang Ekspor Minerba, Ini Respons dari BUMI

Jokowi Larang Ekspor Minerba, Ini Respons dari BUMI

Sketsanews.com – Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan mengikuti regulasi pemerintah terkait dengan larangan ekspor Minerba.

Jokowi Larang Ekspor Minerba, Ini Respons dari BUMI
Foto: Tambang batubara Maules Creek Whitehaven Coal di New South Wales, Australia (Whitehaven Coal Ltd/Handout via REUTERS)

Direktur Independen BUMI, Dileep Srivastava mengatakan BUMI akan menghormati apa yang menjadi keputusan pemerintah, di mana memasok batubara dalam negeri akan tetap menjadi prioritas perusahaan.

“Pada tahun 2019, kami memproduksi untuk ekspor dan 30% untuk domestik,” katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Dia menambahkan, BUMI optimistis Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan yang tinggi untuk industri listrik yang menggunakan batubara. Menurut catatannya, dalam kurun lima tahun terakhir, permintaan batubara untuk industri kelistrikan dalam negeri terus meningkat, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2020.

“Ada rencana, industri hilir, untuk mengganti bahan bakar seperti yang Anda tahu importir minyak utama Indonesia, salah satu cara sektor ini sesuai dengan prioritas nasional untuk menggunakan batubara. BUMI tentu saja merencanakan jangka menengah ke arah itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi gemas melihat sumber daya yang dimiliki Tanah Air kerap dijadikan sumber duit dengan diekspor mentah-mentah ke luar negeri. Jokowi menginginkan, hal ini bisa berubah secara perlahan dan tak terjadi lagi di masa kepemimpinannya.

“Dalam memulai ini memang berat, tapi kalau negara tidak memiliki strategi ekonomi besar dalam rangka merancang pembangunan jangka panjang kita akan jadi eksportir bahan mentah,” kata Jokowi, Jumat (10/1/2020).

Indonesia, kata dia, sudah mulai dengan nikel dan kelapa sawit. Nikel, sejak Januari ini sudah setop ekspor mentah karena strategi ke depan akan fokus di industri lithium battery untuk mobil listrik. “Karena Indonesia adalah produsen terbesar nikel,” jelasnya.

Ini terus dilakukan agar dalam 2-3 tahun mendatang tercipta industri lithium battery di Indonesia yang harganya bisa diterima pasar. Selain nikel, komoditas lainnya juga akan menyusul. “Satu per satu akan kita setop, mungkin tahun depan bauksit, tahun depannya timah, tahun depannya batu bara, kopra juga setop,” tegas Jokowi.

Jokowi meyakini sumber daya seperti kopra dan kelapa sawit bisa dimanfaatkan jadi bahan bakar, seperti avtur. “Ini sudah hampir ketemu, kalau ini ketemu semua pesawat bisa kita ganti dengan kelapa yang dihasilkan rakyat,” terangnya.

(dob/dob)

Sumber : CNBCI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: