Sketsa News

Jokowi Terancam Kalah

Ilustrasi Survey
Ilustrasi Survey

JOKOWI TERANCAM KALAH.

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

Saat ini survei resmi capres cawapres 2019 terbaru hanya baru dirilis oleh 2 lembaga resmi.

LSI Denny JA dan Lembaga Alvara, dimanapun di dunia ini, survei politik memang masih dibutuhkan dan terbukti lebih efektif ketimbang sekedar polling polling biasa.

LSI Denny JA merilis elektabilitas terbaru jokoei – ma’ruf amin di angka 52,9% dan Prabowo – Sandiaga 29,5%.

Lembaga riset Alvara merilis elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin 53,63% dan Prabowo – Sandiaga 35,2%.

Angka pasangan Jokowi dalam versi LSI hampir sama dengan angka versi Alvara, bedanya di pasangan Prabowo, LSI dan Alvara memiliki hasil yang berbeda jauh, selisih 6%.

Padahal kedua lembaga riset ini sama sama menggunakan metode survei yang sama: Multistage Random Sampling dan dengan margin of error juga tingkat presisi survei yang nyaris sama.

Beda angka yang signifikan antara 2 lembaga survei tersebut bisa dimaklumi, karena LSI bisa dikatakan “lebih dekat” dengan jokowi daripada prabowo, dan ini sah saja tidak ada masalah sama sekali.

LSI menggunakan pengaruh nama besar dan pangalaman yang senior, tapi hasil LSI bukanlah pamungkas dan dijamin akurat, LSI juga pernah meleset dalam beberapa survei, tapi fokus kita bukan disana.

Fokus kita adalah melihat kondisi ril jokowi dan kesiapannya dalam menghadapi pilpres tahun depan, saya melihat pasangan jokowi saat ini bisa dikatakan sedang kedodoran.

Minim rasa percaya diri, sangat takut sama manuver pesaing, bersaing dengan cara apapun agar menang, khawatir citra nya semakin rusak dimata rakyat karena kinerja yang buruk dst dst, yang akan menjadi indikator petahana dalam bahaya.

Secara politik, elektabilitas petahana di angka 50 an% dan hanya selisih 15%an dengan lawan penantang (versi alvara). Adalah sesuatu yang sangat buruk untuk Blok Jokowi.

Seharusnya seoarang capres petahana wajib memiliki elektabilitas di angka 60% an dan juga harus stabil, tapi saat ini angka elektabilitas jokowi juga tidak stabil, bahkan banyak lembaga survei yang merilis elektabilitas jokowi sesungguhnya 4 bulan lalu hanya di angka 40% an.

Tidak stabilnya angka elektabilitas jokowi oleh banyak lembaga riset lain mengindikasikan bahwa tren elektabilitas jokowi memang menurun tajam secara ril walaupun ditutupi dengan maksimal.

Dari sisi pergerakan persiapan pilpres, Jokowi juga terlihat sangat tidak pede, mulai dari tim sukses yang super gemuk, banjir juru bicara, muncul nya program program pemerintah”dadakan”, sampai ada “upaya” melibatkan aparatur pemerintah termasuk TNI Polri untuk memenangkan incumbent.

Mayoritas lembaga survei saat ini juga sudah “dibeli” agar terus memberitakan kemenangan hasil survei untuk petahana, tapi yang namanya transaksi dengan lembaga survei tidak mudah mendeteksi nya, gak bisa OTT disini. Tapi transaksi model begitu dalam politik sudah pasti ada dan lumrah.

Saat ini jokowi juga sedang memperebutkan Gatot Nurmantyo agar masuk dalam tim sukses jokowi setelah gagal membujuk Jusuf Kalla sebagai ketua tim pemenangan, padqhal saat ini tidak kurang ada 15 jenderal disamping jokowi termasuk Moeldoko. Tapi Jokowi masih belum pede sampai detik ini.

Dengan semua resources yang saat ini dimiliki Jokowi, seharusnya posisi jokowi saat ini diatas angin, tidak perlu sama sekali malah harus “takut” dengan tagar 2019GantiPresiden, yang namanya orang kalau sudah merasa terancam kalah, biasa memang bertindak tidak logis.

Kabar baiknya justru datang dari pasangan prabowo sandiaga, blok ini tidak ambil pusing sama sekali dengan masalah survei dan relatif tidak terlalu banyak ugal ugalan dalam manuver.

Prabowo – Sandiaga terlihat relatif tenang, senyap dan terus bergerak dalam semua lini, dalam hal survei, saya dapat kabar bahwa Sandiaga sudah membentuk tim survei pribadi yang rahasia untuk memberikan masukan untuk prabowo – sandiaga dalam kerja kerja riset dan jajak pendapat dan bukan untuk di publish untuk umum.

Di permukaan, Prabowo – Sandiaga juga sedang ditahap akhir untuk menggaet Eep Saifullah Fatah sebagai salah satu konsultan politik resmi pasangan ini, Eep dengan lembaga PRC nya adalah konsultan Yang pernah memenangkan pasangan Anies – Sandi dan Jokowi – Ahok di Jakarta.

Perasaan terancam kalah semakin menguat di blok jokowi, maka sangat wajar, kalau sampai para pendukung 2019GantiPresiden selalu dicekal dimana mana seperti kasus Neno Warisman terakhir kemarin.

Mungkin, perasaan yang terus merasa terancam kalah inilah nanti yang akan membuat Jokowi benar benar kalah dalam pilpres tahun depan.

(wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: