Jumlah Kendaraan Diprediksi Naik 30 Persen pada Arus Mudik 2019

Kakorlantas Irjen Refdi Andri memprediksi volume arus mudik meningkat hingga 30 persen pada liburan Idul Fitri tahun ini.

Kakorlantas Irjen Refdi Andri memprediksi volume arus mudik meningkat hingga 30 persen pada liburan Idul Fitri tahun ini. (Istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta – Kepolisian memprediksi volume kendaraan pada musim mudik 2019 bakal meningkat dari tahun sebelumnya. Mereka memperkirakan setidaknya akan ada kenaikan jumlah pemudik sekitar 20-30 persen.

“Setidaknya kita kemarin bersama Kementerian Perhubungan, Pupera, juga Jasa Raharja, Jasa Marga, kita juga sudah melakukan estimasi awal untuk itu akan ada peningkatan kira-kira 20-30 persen,” ucap Kepala Koordinator Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri saat melakukan survei jalur pantai utara (Pantura) di Bekasi, Kamis (25/4).

Selain melakukan peninjauan jalur mudik, sejumlah persiapan lain turut disiapkan oleh aparat. Polisi bersama pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengecekan area istirahat (rest area), kantong parkir, hingga fasilitas kesehatan. Menurutnya, instrumen tersebut menjadi bagian vital persiapan menghadapi arus mudik tahun ini.

Refdi mengatakan libur hari raya Idul Fitri ini lebih pendek ketimbang tahun lalu. Ia memprediksi setidaknya puncak arus mudik akan terjadi di antara 31 Mei dan awal Juni.

“Kalau melihat waktu-waktu yang lalu, itu tiga hari sebelum hari H, dua hari sebelum hari H. Jadi estimasinya di 2019 ini, puncak itu akan ada di 31 Mei, 1 dan 2 Juni,” kata dia.

Tahun lalu jumlah pemudik di musim libur hari raya Idul Fitri diperkirakan mencapai 19,5 juta orang. Angka itu naik dari jumlah pemudik pada 2017 yang berkisar di angka 18,6 juta orang.

Dalam survei guna menghadapi arus mudik ini, Refdi beserta jajaran terkait mengecek kesiapan jalur Pantura. Rute pengecekan akan melalui jalur di sepanjang Bekasi, Cirebon, Brebes, Purwokerto, Banjar, Tasikmalaya, Bandung, dan kembali ke Jakarta.

Sebelumnya, Kemenhub juga memperkirakan puncak arus mudik lebaran 2019 akan terjadi pada Jumat, 31 Mei 2019 atau H-5 lebaran. Kemenhub melakukan sejumlah survei bahwa potensi pemudik akan menuju ke daerah-daerah di Jawa Tengah (Surakarta dan sekitarnya, Semarang, dan Tegal) dan Jawa Barat (Bandung, Garut, Tasikmalaya). Sebanyak 16,7 persen di antaranya akan mudik pada 31 Mei 2019.

“Masyarakat akan mudik paling banyak pada pukul 6 hingga 8 pagi,” ujarnya.

Melansir dari CNNIndonesia, bahwa khusus dari Jabodetabek, jumlah pemudik mencapai 14,9 juta orang. Sebagian besar pemudik menggunakan bus dengan porsi 30 persen atau 4,46 juta orang. (Lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: