Jurnalis Palestina kehilangan matanya akibat peluru Israel

Sejumlah jurnalis Palestina membagikan foto-foto yang sedang menutupi mata kiri mereka di media sosial masing-masing dengan mencantumkan dengan tagar #Muatheye, #MuathAmarneh dan #EyeoftheTruth

Sketsanews.comRAMALLAH, Palestina – Seorang wartawan foto Palestina terpaksa mengalami buta sebelah mata setelah ditembak oleh penembak jitu Israel saat meliput aksi protes di kota Hebron atau Al-Khalil, Tepi Barat.

Seorang wartawan lepas dari kamp pengungsi al-Dheisheh di kota Betlehem, Tepi Barat, Muath Amarneh (32), ditembak dengan peluru tajam di mata kirinya saat meliput unjuk rasa masyarakat Palestina di desa Surif dekat Hebron pada 15 November lalu.

Jurnalis Palestina kehilangan matanya akibat peluru IsraelMuath Amarneh. (Foto file – Anadolu Agency)

Foto-foto Muath, yang matanya bercucuran darah, mengenakan rompi antipeluru bertuliskan ‘pers’ dan memegang kameranya, menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir dan mengundang kampanye solidaritas terhadapnya dari seluruh dunia.

Sejumlah jurnalis Palestina membagikan foto-foto yang sedang menutupi mata kiri mereka di media sosial masing-masing dengan mencantumkan dengan tagar #Muatheye, MuathAmarneh dan EyeoftheTruth.

Selain itu, beberapa politisi Arab dan negara lainnya, para olahragawan dan jurnalis dari seluruh dunia mengkampanyekan solidaritas mereka terhadap jurnalis Palestina itu dengan membagikan foto mereka di media sosial dan televisi yang mana mata kiri mereka tertutupi.

Pada Selasa kemarin Muath menjalani operasi kritis dan dokter berhasil menghilangkan sisa mata kiri wartawan itu.

Namun, para dokter tak dapat melepaskan pecahan peluru dari kepalanya karena risiko yang tinggi bagi nyawanya.

Sindikat Jurnalis Palestina mengatakan pihaknya telah mendokumentasikan hampir 600 pelanggaran Israel terhadap jurnalis Palestina tahun ini.

“Wartawan Palestina menjadi sasaran peluru Israel, yang mana sebagian tembakan peluru tajam Israel itu telah melukai 60 wartawan secara serius,” ungkap pernyataan itu.

Sumber : Anadolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: