Kadin: Kreatifitas Warga Sleman di Bidang Mode Patut Diapresiasi

Proses pembuatan batik dengan teknik jumputan di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. (ilustrasi) foto:Antara/Hendra Nurdiyansyah

Proses pembuatan batik dengan teknik jumputan di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. (ilustrasi) foto:Antara/Hendra Nurdiyansyah

Sketsanews.com, Sleman – Ketua Pokja Fashion Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Luwi Saluadji menilai, Sleman memiliki kemampuan kreatifitas yang luar biasa terutama di bidang mode. Karenanya, Kadin turut serta di Sleman Fashion Festival (SFF).

Sleman itu salah satu kabupaten yang mempunyai kemampuan kreatifitas luar biasa,” kata Luwi saat ditemui di Kantor Bupati Sleman, Kamis (3/8).

Ia menilai, melalui kolaborasi tujuan meningkatkan kemampuan kapasitas mode, terutama di Sleman, dapat terlaksana dengan baik. Luwi mengingatkan, industri fashion tidak cuma pakaian, tapi termasuk pula bahan alam, materi desain dan pengolahannya.

Luwi melihat, SFF merupakan salah satu kesempatan untuk memberikan sumbangsih, terutama meningkatkan nilai tambah UMKM. Tahun ini, enam seminar akan digelar Kadin, termasuk tentang make up, fotograpi dan tentang mesin pengikat warna batik.

“Itu ciptaan Pak Eko dari ITB, jadi beliau membangun mesin pengikat warga yang dapat bekerja 18 menit saja tanpa tenaga matahari, jadi tenaga surya bukan masalah lagi menciptakan batik, dan alat itu bisa 35 batik per hari,” ujar Luwi, seperti dikutip dari laman Republika.

Untuk SFF sendiri, ia menuturkan, telah ada 24 perancang busana yang turut serta, terbagi pada dua hari pelaksanaan yaitu 12 dan 13 Agustus. Menurut Luwi, hari pertama diisi perancang muda sedangkan hari kedua diisi perancang senior.

 

(Fya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: