Sketsa News
Home Berita Terkini, News “Kalau Kantor Polisi Saja Diteror Bom, Bagaimana Keamanan terhadap Warga Sipil?

“Kalau Kantor Polisi Saja Diteror Bom, Bagaimana Keamanan terhadap Warga Sipil?

Sketsanews.com – Sejumlah ormas Islam dan kepemudaan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Antiterorisme (Format) Kabupaten Semarang, Selasa (12/7/2016) siang, menggelar aksi damai mengecam terorisme di Indonesia.

Kutuk-Teror-Munir780x390

Massa dari GP Ansor, Banser, IPNU, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, Nasyiatul Aisyiyah, Fatayat, IPNU, IPPNU, MTA, KNPI, dan FKUB Kabupaten Semarang tersebut berkonvoi menggunakan kendaraan roda empat dan dua dari Masjid Agung Al Mabrur di Jalan A Yani Ungaran menuju Alun-alun Lama Ungaran.

Demonstran sempat berhenti di Kantor DPRD untuk membacakan pernyataan sikap dan membagikan leaflet kepada pengguna jalan.

“Kami mengindikasikan gerakan ini sistematis dan menjadi bagian gerakan Islam transnasional. Kami sebagai warga dan rakyat NKRI tidak terima apa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang diindikasikan dari negara asing,” kata Ketua GP Ansor Kabupaten Semarang M Talkis.

Mereka juga menolak terminologi “jihad” sebagai justifikasi tindakan teror serta menolak setiap perencanaan dan aksi terorisme yang dapat menodai keamanan di negeri ini.

“Untuk itu kami dengan segala kekuatan dan kemampuan akan melawan segala potensi terorisme dan radikalisme,” ujarnya.

Menurut Talkis, aksi bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2017) pekan lalu, telah mengirimkan sinyal bahwa negara dalam posisi terancam. Hal itu karena aksi terorisme kini menyasar aparat keamanan.

Ia meminta kepolisian bersungguh-sungguh dan profesional dalam menangani potensi terorisme.

“Kalau kantor polisi saja diteror bom, bagaimana keamanan terhadap warga sipil?” kata dia.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Semarang Danar Adityawarman mengatakan, tidak ada perintah dalam kitab suci yang membenarkan adanya jihad bunuh diri.

“Tidak ada di Al Quran yang mengharuskan bunuh diri untuk berjihad. Jihad dengan cara bunuh diri bukan syariat islam,” kata dia.

Aksi ini ditutup dengan deklarasi menolak terorisme dan radikalisme serta penyerahan pernyataan sikap oleh perwakilan Format kepada Wakil Kepala Polres Semarang Komisaris Polisi Yani Permana yang ikut mengamankan aksi tersebut.(Ro/Kompas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: