Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Olah raga, Olahraga Kampung Piala Dunia di Boyolali

Kampung Piala Dunia di Boyolali

Suasana Kampung Piala Dunia di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Sketsanews.com, Boyolali – Gelaran piala dunia 2018 di Rusia tinggal sepekan lagi. Suasana kemeriahan ajang kompetisi sepakbola se-jagad itu pun sudah tampak di Dukuh Gilingan Lor RT 05/05 Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Warga setempat menghias tempat tinggalnya tersebut menjadi kampung piala dunia. Pagar pekarangan rumah dan jalan utama dihias warna-warni dengan pernak-pernik bertema piala dunia 2018.

“Ini idenya dari warga di sini, menyambut Piala Dunia yang tahun ini ruan rumahnya Rusia, kami membuat Kampung Piala Dunia,” ujar Suwarno, Ketua RT 05/05 Dukuh Gilingan, Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel ditemui saat menghias kampungnya menjadi kampung piala dunia, Rabu (6/6/2018).

Munculnya ide tersebut saat memasuki bulan Ramadan. Di kampung-kampung lainnya banyak yang membuat Kampung Ramadan. Akhirnya, warga memutuskan menghias kampungnya menjadi Kampung Piala Dunia.

Suasana Kampung Piala Dunia di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Warga kemudian iuran seikhlasnya. Ada yang menyumbang uang, namun ada pula yang memberikan sumbangan berupa cat.
Lokasi Dukuh Gilingan ini tak jauh dari jalan raya Solo-Semarang.

Memasuki kampung disambut dengan spanduk yang dipasang di gapura yang bertuliskan ‘Selamat Datang di Kampung Piala Dunia, Dukuh Gilinga Lor’. Di gapura tersebut juga dihias dengan sejumlah logo official media dan maskot piala dunia 2018.

Kemudian memasuki dukuh tersebut, di pinggir jalan terdapat sejumlah drum bekas yang dicat dengan warna bendera negara peserta Piala Dunia 2018 ini. Begitu pula di atas jalan juga terpasang bendera-bendera peserta Piala Dunia.

Di jalan itu juga dipasang sejumlah baliho berukuran besar bergambar maskot piala dunia dan jadwal pertandingan serta gambar bendera-bendera negara peserta. Begitu pula dengan jalan dan pagar rumah warga. Di jalan juga digambar lapangan bola mini.

Suasana Kampung Piala Dunia di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Sedangkan di ujung dukuh tersebut, juga dipasang gapura dengan tiang bambu dan ditutup MMT bergambar bendera negara peserta serta maskot piala dunia. Untuk membuat Kampung Piala Dunia itu, kata Suwarno, menghabiskan dana sekitar Rp 10 juta sampai Rp 12 juta dari swadaya masyarakat.

“Kegiatan ini mulai dari awal bulan Ramadan, setelah salat tarawih melakukan pengecatan, menghias kampung sampai saat ini,” katanya, seperti dilansir dari Detik.

Tak hanya menghias kampung dengan pernak-pernik yang berhubungan dengan piala dunia. Menurut Suwarno, di dukuhnya juga akan digelar sejumlah kegiatan.

“Kami akan menggelar nonton bareng setiap pertandingan,” jelasnya.

Suasana Kampung Piala Dunia di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Selain itu, juga akan ada kegiatan lomba untuk anak-anak. Yaitu lomba mewarnai maskot piala dunia dan memasukan bola ke drum.

“Akan digelar hari Minggu (10/6). Lha nanti ibu-ibu mengadakan senam ale-ale (senam piala dunia),” imbuh dia.

“Sebagai warga negara Indonesia, tentunya besar harapan kami mudah-mudahan di tahun yang akan datang, Timnas Indonesia bisa ikut tampil diajang event 4 tahunan ini yaitu piala dunia,” harapnya.

Selain di Dukuh Gilingan Lor, di Dukuh Tegalsari RT 03/01 Desa Urut Sewu juga menghias kampungnya menjadi kampung piala dunia. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: