Kapolres Bekasi: Tindakan Tegas Untuk Pembuat Onar di TPS

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Jangan coba-coba membuat onar di tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan, Rabu (17/4/2019), kepolisian akan menindak tegas pelaku. Tak hanya itu, pelaku yang berupaya mengintimadasi warga di sekitar TPS, juga bakal dilumpuhkan dengan senjata api.

‎”Tindakan tegas yang dimaksud, kita lakukan dimulai dari tindakan persuasif disuruh pergi, tapi kalau yang bersangkutan tidak mau, terpaksa kita tangkap dan apabila melakukan perlawanan kita tembak‎,” ujar Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Rabu (10/4/2019).

Aparat kepolisian ingin menjamin warga yang datang ke TPS‎ terbebas dari intimidasi atau bahkan oknum-oknum yang berupaya menghalangi warga mencoblos ke TPS saat Pemilu mendatang.

“Tidak boleh ada satu orang pun yang menghalangi, mengintimidasi bahkan memobilisasi orang untuk mengajak golput, ini sudah ranah pidana,” katanya.

Kapolres meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga suasana kondusif lingkungan terutama di TPS saat Pemilu nanti. Bahkan, dia mengajak masyarakat agar menyalurkan hak pilihnya di bilik TPS.

“Kita beramai-ramai datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih. Jangan golput karena pilihan Anda menentukan masa depan bangsa,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan menjalan tiga strategi untuk menekan kejahatan dan mewujudkan wilayah yang kondusif. Tiga strategi itu adalah pre-emtif, preventif, dan represif. Tindakan untuk melumpuhkan pelaku intimidasi berada di tahap represif. “Tiga strategi merupakan aturan baku bagi aparat kepolisian,” tuturnya.

Saat ini, jajaran Polrestro‎ Bekasi Kota tengah menggiatkan Pemolisian Masyarakat (community policing) atau biasa disebut Polas. Tujuannya, untuk mengajak masyarakat menjadi mitra anggota Polri dalam mendeteksi, mengidenfitikasi permasalahan keamanan dan, ketertiban masyarakat.‎

“Kita juga sudah membentuk polisi RW (masing-masing rukun warga memiliki seorang polisi yang ditugaskan komandannya). Jadi, setiap RW minimal ada satu polisi yang bertugas di wilayah,” tuturnya. (Gs)

Sumber: Suara Pembaruan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: