Kapolri: Kami Solid, Tidak Ada Faksi dan Friksi

Pergantian Kabareskrim Polri dari Komjen Arief Sulistyanto kepada Irjen Idham Azis. ( Foto: BeritaSatu Photo )

Pergantian Kabareskrim Polri dari Komjen Arief Sulistyanto kepada Irjen Idham Azis. ( Foto: BeritaSatu Photo )

Sketsanews.com, Jakarta -Kapolri Jenderal Tito Karnavian buka suara soal mutasi sejumlah posisi termasuk pergantian Kabareskrim Polri dari Komjen Arief Sulistyanto kepada Irjen Idham Azis. Khusus untuk pergantian Arief ke Idham ini, meski semua mutasi adalah hak Kapolri, cukup menimbulkan tanda tanya dan spekulasi. Pasalnya, Arief baru lima bulan menduduki jabatan Kabareskrim.

Bisa dibilang Arief adalah Kabareskrim tercepat yang pernah duduk di kursi panas tersebut. Tak heran sejumlah analisis menilai, ada sesuatu di balik pergantian tersebut. Misalnya, ada analisis yang menyebutkan Arief menimbulkan riak di dalam organisasi.

Hal yang tidak biasa lainnya adalah posisi Komjen Unggung Cahyono yang diganti Arief. Unggung, yang sebelumnya menjabat Kalemdiklat dilantik sebagai Kabaintelkam menggantikan Komjen Lutfi Lubihanto yang pensiun.

Unggung dipastikan sudah akan pensiun pada akhir April nanti. Artinya “masa pakai” Unggung di jabatan barunya hanya seumur jagung. Padahal, mutasi ini diniatkan sebagai regenerasi dan posisi kepala intelijen sangat penting dalam tahun politik ini. “Ya enggak apa-apa,” kata Tito singkat saat ditanya langkahnya memilih Unggung, dikutip dari beritasatu.

Sementara dalam sambutannya, Tito memastikan tidak ada friksi dan faksi di tubuh Polri. Kalimat “tidak ada friksi dan faksi” itu sampai diulang dua kali.

“Ini kita jelang situasi politik yang meningkat. Tidak ada friksi dan faksi dalam polri. Polri sangat solid. Dalam organisasi itu biasa ada perbedaan dan dalam keluarga pun biasa ada perbedaan,” imbuhnya. (As)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: