Kasus DBD Mulai Terdeteksi di Kalsel

Sketsanews.com – Banjarmasin – Penyakit Demam Berdarah (DBD) menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kalsel saat ini karena musim hujan dan cuaca ekstrem sudah memasuki seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Air hujan yang jernih dan terkumpul ditempat yang tergenang sangat berpotensi menjadi tempat berkembang-biaknya sarang nyamuk aedes aegypti.

https://i2.wp.com/sketsanews.com/wp-content/uploads/2020/01/berita_770909_800x600_IMG-20200114-WA00061578969809.jpg?resize=422%2C281&ssl=1

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muslim mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk terus memantau kondisi kesehatan masyarakat di daerah terutama serangan nyamuk demam berdarah.

“Memang ada beberapa laporan kasus DBD. Namun kenaikannya belum signifikan untuk di Kalsel. Namun, kita dari Dinkes tetap siaga untuk antisipasi mewabahnya penyakit DBD. Namun dari data tahun lalu Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terbanyak kasus DBD,” katanya, Senin (13/1/2020).

Meski demikian, Muslim tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan langkah-langkah antisipasi, selain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, langkah pencegahan yang dapat diambil diantaranya dengan cara 3 M Plus.

Masyarakat diimbau melakukan langkah 3 M Plus, yaitu, mengubur, menguras dan menutup penampungan air yang bisa menjadi sarang nyamuk satu kali dalam satu Minggu,  atau dengan memakai kelambu saat tidur,” jelasnya.

Sementara berdasarkan data di sejumlah daerah Kalsel awal tahun 2020, kasus demam berdarah (DBD) sudah terdeteksi 9 kasus di Kabupaten Hulu Sungai Utara terdeteksi serta kota Banjarmasin sebanyak 1 kasus.

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: