Kasus Pedofilia, Walikota Malang Datangi SDN Kauman 3

Walikota Malang, Drs. Sutiaji datangi SDN Kauman 3 Kota Malang mencari tau soal kasus Pedofili yang mengakibatkan 20 siswa menjadi korban. (Foto: Humas Pemkot)

Walikota Malang, Drs. Sutiaji datangi SDN Kauman 3 Kota Malang mencari tau soal kasus Pedofili yang mengakibatkan 20 siswa menjadi korban. (Foto: Humas Pemkot)

Sketsanews.com, Malang – Walikota Malang, Drs. Sutiaji bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Totok Kasianto, M.Pd, mendatangi SDN Kauman 3 lantaran adanya kasus Pedofilia yang menimpa beberapa murid, Senin, 11/2/2019.

Putri (bukan nama sebenarnya), siswi yang masih duduk di kelas V SDN Kauman 3 Kota Malang itu menjadi salah satu korban Pedofilia yang dilakukan oleh salah satu guru dengan inisial IM (59). IM yang baru beberapa bulan bekerja di SD kauman 3 itu mengajar pelajaran olah raga.

Kedatangan Sutiaji ialah untuk mencari tahu tentang berita yang tersebar soal kasus pedofilia yang terjadi di SDN kauman 3 Kota Malang. “Jika hal ini terbukti, maka PP nomor 53 sudah mengatur di sana, akan ada sanksi-sanksi yang patut diberikan,” katanya di hadapan awak media (11/2).

Sutiaji mengatakan, kedatangannya ke SDN Kauman 3 untuk mengklarifikasi. Pasalnya beredar luas pemberitaan terjadi kasus pedofilia di SDN Kauman 3.

“Sifatnya klarifikasi ke kepala sekolah. Saya perlu informasi sesungguhnya dari kepala sekolah. Informasi yang didapat, sebagaimana di media itu. Menurut norma itu tidak dibenarkan,” jelasnya.

Sutiaji meminta agar dalam waktu dekat pihak sekolah memanggil seluruh wali murid guna pengumpulannya informasi terkait peristiwa pedofilia yang terjadi di SDN Kauman 3.

Pertemuan Walikota Malang dengan pihak SDN Kauman 3 Kota Malang, Senin, 11/2/2019. (Foto: Humas Pemkota Malang) 

“Semuanya wali murid dikumpulkan untuk memberikan kepastian dan jaminan agar tidak ada keraguan. Dinas juga melakukan koordinasi kepada semuanya, tidak hanya di sini saja. Diberikan jaminan agar tidak terjadi hal semacam ini lagi,” tegas Sutiaji.

Walikota Malang juga mengatakan, bahwa peristiwa pedofilia itu telah mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain itu juga berdampak pada psikologi anak

“Saya berharap hal semacam ini tidak terulang kembali, Pemerintah Kota Malang akan langsung bertindak tegas dan mengambil kebijakan sesuai dengan aturan yang ada dalam rangka mengawal proses pendidikan di Kota Malang,” tegas Sutiaji.

Sementara itu, Ketua Komite SDN Kauman 3, Nanang Dwi Priono mengatakan, jumlah korban pelecehan di SDN Kauman 3 diperkirakan mencapai 20 anak. Ia juga menegaskan, sekolah akan segera melakukan pertemuan dengan para wali murid dalam waktu dekat. “Ya, itu datanya sudah saya serahkan ke dinas,” ucap Nanang.

Saat ditanya soal larangan melapor tentang kasus pedofilia dengan alasan menjaga nama baik sekolah, Nanang menjawab dengan lunak. “Maaf, kami sekedar menghimbau saja agar dipikir-pikir dulu jika mau melapor, karena menyangkut nama baik sekolah,” kata Nanang.

Berbeda dengan Kepala Sekolah SDN Kauman 3, Irina Rosemaria. Ia memilih bungkam saat dicecar dengan pertanyaan dari wartawan.

Setelah mendampingi kunjungan Walikota Malang, dirinya langsung pergi menuju ruang Kepala Sekolah. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: