Kelabui Polisi, Dua Pemuda Ini Simpan Sabu di Kandang Ayam

Barang bukti sabu-sabu yang disita petugas Subdit III Ditres Narkoba Polda Lampung dari dua warga di Jalan Pulau Singkep, Sukabumi, Bandarlampung, Rabu dini hari, 13 Maret 2019

Barang bukti sabu-sabu yang disita petugas Subdit III Ditres Narkoba Polda Lampung dari dua warga di Jalan Pulau Singkep, Sukabumi, Bandarlampung, Rabu dini hari, 13 Maret 2019

Sketsanews.com, Bandar Lampung – AT (19) dan DP (18), warga Jalan Pulau Singkep, Gang Bambu, Sukabumi, Bandarlampung, ditangkap petugas Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung di rumahnya Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Polisi menyita 13 paket sedang sabu-sabu dan alat isap (bong). Paket sabu-sabu itu mereka sembunyikan di kandang ayam.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen, mengatakan penangkapan kedua remaka itu berdasar atas laporan warga Jalan Pulau Singkep, Sukabumi, pada Selasa 12 Maret 2019 kemarin yang resah karena adanya dugaan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

“Dari informasi itu dilakukan penyelidikan, dan diduga kuat bahwa tempat yang dimaksud digunakan untuk penyalahgunaan narkoba,” kata ombes Pol Shobarmen, Rabu, 13 Maret 2019.

Selanjutnya, kata Kombes Pol Shobarmen, petugas dari Subdit III Ditres Narkoba Polda Lampung melakukan penyergapan ke lokasi tersebut. Dari hasil penggrebekan, didapati dua paket kecil sabu dan alat isap (bong) di dalam kamar. Saat itu juga, petugas langsung mengamankan kedua pelaku.

“Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku menyembunyikan 11 paket sabu. Barang haram (sabu) itu disimpan pelaku di kandang ayam untuk mengelabui petugas, seperti yang dikutip dari Teraslampung.

Guna proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, petugas membawa kedua pelaku dan barang bukti 13 paket sabu dan alat isap (bong) ke Mako Ditres Narkoba Polda Lampung.

“Saat ini kedua pelaku masih dilakukan pemeriksaan, keduanya diduga mengedarkan paket sabu-sabu di wilayah Sukabumi dan Sukarame. Selain itu juga, petugas masih mencari pemasok barang haram tersebut,” katanya.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: