Keluar Penjara, Emak-Emak Pepes Kapok

Sketsanews.com, Tiga anggota Partai Emak-emak Pendukung Prabowo Sandi (Pepes) yang ditahan karena melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma’ruf Amien pada Pilpres lalu akhirnya menghirup udara bebas, kemarin. Mereka mengaku kapok. Netizen pun bersyukur.

Ketiga emak-emak itu adalah Citra Widaningsih, Ika Peranika dan Engkay Sugiyanti. Selama enam bulan mereka mendekam di Lapas Kelas II A Karawang setelah divonis di Pengadilan Negeri Karawang.

Kemarin, keluarga dan rekan anggota Pepes lain menunggu dan menyambut mereka di depan pintu Lapas Karawang. Kuasa hukum tiga emak-emak ini, Eigen Justisi dan Agus Nurhayadi ikut mendampingi. Hadir juga Ketua DPC Gerindra Karawang Ajang Sopandi dan anggotanya, Endang Sodikin. Tangis pun pecah dari keluarga, saat ketiganya terlihat keluar dari lapas.

Setelah ini, apa yang akan mereka lakukan? Apa kapok? Citra Widaningsih mengaku, sampai di rumah, dia akan syukuran. Dia juga ingin berubah, menata hidup baru yang lebih baik.

“Menata hal-hal yang sebelumnya berantakan. Ibarat kotak yang terberai karena kasus ini, harus kita susun kembali,” aku dia.

Guru Bahasa Inggris ini akan menata kembali bisnis bimbingan belajar yang pernah dia lakoni. Sebab, selama mondok di lapas, bimbel yang ia kelola non aktif. Citra juga akan fokus mengembangkan UMKM yang dia bangun. Selama ini, dia juga suka bikin jajanan cokelat dan memasarkan melalui medsos.

Meski kapok, Citra mengaku, tidak akan meninggalkan aktivitas di medsos. Hanya saja, dia akan sangat berhati-hati. Sebab, medsos tidak selalu menimbulkan hal negatif. Banyak juga hal positif seperti silaturahim. “Kalau tutup akun sepertinya enggak. Cuma yang pasti akan lebih berhati-hati saat main medsos,” sebutnya.

Citra bercerita, saat video “jika Jokowi terpilih tak lagi ada azan” yang membawa dirinya mendekam enam bulan bui, dia baru dua bulan membuka akun Twitter. Ia ngaku belum paham betul medsos ini. Makanya, dia tak menyangka unggahannya membawa ke penjara.

Dua emak Pepes lainnya, Ika Peranika dan Engkay Sugianti pun mengaku akan fokus ke keluarga. “Saya akan fokus dengan anak. Anak saya masih kecil-kecil. Yang saya pikirkan, anak,” ungkap Ika.

Warganet bersyukur. Banyak yang mengimbau agar netizen mengambil pelajaran dari kasus ini. Akun @TangguhWarior memberi wejangan. “Makanya emak, binalah keluarga kalian dengan baik. Itulah akibat kalau tebar berita hoak. Pertanda buat tuips, jejak digital akan ungkap kebenaran,” cuit akun ini disamber doa @Dipo_AN. “Semoga pas pulang ke rumah terus denger suara adzan, ni emak-emak sadar ya sudah jadi penyebar fitnah.”

Pemilik akun @Megatop99 kurang yakin ketiganya akan kapok. “Kapok apa nggak?” tanya dia dijawab saran @awanbiru . “Tobat mak… Kasian anak-anakmu.” Netizen dengan akun @KingRoad heran ada guru yang khilafnya kebangetan. “Padahal guru bimbel loh. Tapi kelakuan kayak gitu. Ah sudahlah. Yang pasti semoga tobat,” tulisnya.

Akun Reza Rachman yakin ketiganya bakal mengulang kesalahan yang sama. “5 tahun lagi bikin berita bodoh lagi ya emak-emak. Ini keminter yang dibodohi hi hi hi,” ledeknya disambut nyinyiran @Alexandra. “Nanti 2024 mulai lagi bikin hoax bu.”

Sindiran @ChBudiwibowo cukup menohok. Dia meminta, emak-emak ini tak hanya syukuran selepas dari penjara. “Jangan cuma selametan. Otak tolong diupgrade juga,” sarannya disamber dia netizen dengan akun @DennyBoy. “Semoga jadi lebih cerdas yah emak-emak, biar gak gampang dikomporin, diadu domba & dimanfaatin orang-orang yang niatnya gak baik.”

Seperti diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri Karawang menjatuhkan vonis 6 bulan penjara terhadap ketiganya pada Selasa (30/7). Ketiganya terbukti bersalah atas aksi mereka dalam video “Jika Jokowi Terpilih, Tidak Lagi Ada Azan”. Video tersebut sempat viral dan menjadi sorotan publik.

Mereka dinilai melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) atau pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. [FAQ]

]]>

Sketsanews.com ❱ Original Source : rmco.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: