Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Keluarga Mampu Pakai SKTM, Pendaftar di SMA 2 Ungaran Dicoret

Keluarga Mampu Pakai SKTM, Pendaftar di SMA 2 Ungaran Dicoret

Sketsanews.com, Semarang – Panitia PPDB SMAN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang, mencoret satu yang mendaftar yang memakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Pencoretan dilakukan setelah verifikasi faktual diketahui yang bersangkutan dari keluarga mampu.

Humas SMAN 2 Ungaran, Mashudi mengatakan, total pendaftar ada sekitar 600-an. Dari 600-an pendaftar, 98 menggunakan SKTM. Jumlah calon siswa yang diterima ada 432 siswa.

“Yang diterima 432 terdiri IPA ada 252 siswa, IPS ada 144 siswa dan Bahasa ada 36 siswa. Dari 98 yang pakai SKTM, satu mengundurkan diri alias kita coret. Sekarang ini yang menggunakan SKTM ada 97 siswa,” kata Mashudi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/7/2018).

Alasan pencoretan tersebut, kata Mashudi, pertama yang bersangkutan tidak sesuai realita kriteria SKTM saat dilakukan verifikasi langsung.

“Kedua, setelah mengetahui kalau terbukti, tidak sesuai riil orang miskin dicoret sehingga mereka lebih memilih mengundurkan diri. Mereka mengundurkan diri setelah pendaftaran selesai sebelum pengumuman,” katanya.

Mengutip dari Jateng.news, verifikasi yang dilakukan, lanjut dia, pertama saat melakukan pendaftaran dilakukan verifikasi awal. Verifikasi awal berkas ditanyakan mengenai rumah tinggal, pekerjaan orang tuanya, fasilitas yang dimiliki dan lainnya.

“Setelah pendaftaran selesai, kita verifikasi faktual di rumahnya. Ada yang ketemu langsung, ada yang tidak ketemu langsung, kita tanyakan kepada tetangganya,” ujar dia.

Dari sekitar 600-an pendaftar di SMAN 2 Ungaran, yang diterima ada 432, sedangkan sekitar 200-an pendaftar tidak diterima. Untuk itu, bagi mereka yang tidak diterima diberi waktu mengambil berkas hingga besok. Kemudian, bagi yang diterima para siswa diminta menandatangi surat pernyataan dan pakta integritas.

“Siswa yang diterima pakai SKTM, setelah pengumuman diminta menandatangani surat pernyataan memang riil sesuai dengan kondisi,” ujarnya.

“Semua siswa yang diterima menandatangani pakta integritas menyangkut ikut ekstrakurikuler, sanggup mentaati tata tertib sekolah dan kegiatan keagamaan sesuai yang diyakini,” tuturnya. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: