Kemenag Malang Pertanyakan Kebijakan Full Day School

Kantor Kementrian Agama Kota Malang (foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Kantor Kementrian Agama Kota Malang Jl. R. Panji Soeroso Blimbing Malang (foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Keputusan Mendikbud Muhadjir Effendy tentang Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur sekolah 8 jam sehari selama 5 hari alias full day school pada 12 Juni 2017 telah menuai penolakan dari PBNU Jawa Timur.

Kepala Kementrian Agama Kota Malang Muhammad Zaini mengungkapkan dengan adanya Full Day School ini dianggap akan mematikan pendidikan diniyah. Berdasarkan penjelasan Mendikbud akan mengajak kerjasama dengan pengelola pendidikan diniyah, namun disini patut dipertanyakan, yaitu diniyah yang mana?

“Memang katanya pemerintah akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan diniyah, tapi diniyah yang mana?”, kata Muhammad Zaini saat ditemui Sketsa di Kantor Kemenag Malang.

“Ini dianggap mematikan diniyah, dan ini sudah menjadi pembicaraan diantaea mereka, kenapa sampai ada kebijakan seperti ini?”, lanjut Zaini.

“Apa sengaja mau mematikan di iyah?”, ujar Zaini.

Seperti diketahui bahwa Permendikbud tentang Full Day School ini tidak memberikan kemaslahatan karena ada yang dirugikan dan cenderung dipaksakan.
(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: