Kepala Diknas Kota Malang Tanggapi Dugaan Pencabulan Siswi SD Negeri

Kepala Diknas Kota Malang, Zubaidah saat menemui massa aksi unjuk rasa di Gedung Dinas Pendidikan Kota Malang, Senin, 18/2/2019. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Kepala Diknas Kota Malang, Zubaidah saat menemui massa aksi unjuk rasa di Gedung Dinas Pendidikan Kota Malang, Senin, 18/2/2019. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Oknum guru yang telah melakukan pencabulan di SDN Kauman 3 Kota Malang telah ditarik dari tempatnya mengajar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah dihadapan ratusan massa unjuk rasa, Senin, 18/2/2019.

Dihadapan massa aksi yang terdiri dari 17 organisasi di Kota Malang itu, Zubaidah mengatakan, bahwa oknum guru yang diduga melakukan pencabulan kepada muridnya telah ditarik serta dilakukan pencabutan terhadap hak-haknya.

“Oknum guru itu sudah kita tarik dari sekolah. Hak – haknya juga sudah kita cabut misalnya hak sertifikasi kita cabut,” tegas Zubaidah kepada awak media.

Baca juga: Kasus Pedofilia, Walikota Malang Datangi SDN Kauman 3

 Ratusan Massa Geruduk Diknas Kota Malang, Tolak Pelecehan Seksual

Ini Tuntuan Massa Terkait Kasus Pedofilia Siswi SDN di Kota Malang

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pendampingan kepada para korban untuk melaporkan dan memberikan trauma healing psikolog untuk memulihkan trauma korban dan orang tuanya.

“Kita sudah lakukan prosedur yang berlaku. Kita juga sudah kumpulkan seluruh guru dan kepala sekolah di Kota Malang untuk saling mengawasi bila ada oknum guru yang nakal,” ucapnya.

Atas nama pribadi dan instutis Diknas Zubaidah meminta maaf soal adanya dugaan Pedofilia yang terjadi di SDN Kauman Kota Malang dan menelan korban mencapai mencapai 20 orang ini.

“Saya mewakili pribadi dan Diknas Kota Malang meminta maaf. Melalui kesempatan ini, kami akan maksimalkan penanganan kasus ini,” pungkas Zubaidah. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: