Kepemimpinan Bhumibol Patut Dicontoh Indonesia

kematian-raja-thailand

Sketsanews.com – Gaya kepemimpinan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej semasa hidupnya dapat menjadi panutan dan teladan bagi pejabat-pejabat di Indonesia.

Usai menyelesaikan misinya memperkenalkan diri dengan melakukan kunjungan mancanegara pada tahun ’60-an, Raja Bhumibol tidak pernah lagi meninggalkan negerinya.

Dia dengan sepenuh hati mencurahkan waktunya untuk menyejahterakan rakyat Thailand. Raja pun melakukan perjalanan ke seluruh pelosok Thailand, termasuk ke wilayah paling terpencil dan kondisi medannya yang terburuk.

Dia berbincang dengan rakyat agar bisa menyelami falsafah hidup dan segala permasalahan mereka.

Yang lebih pentinng adalah mencari solusi terhadap permasalahan yang menghimpit rakyat. Walau ada halangan berupa ritual dan etika di Kerajaan, mendiang Raja Thailand ini amat dekat dengan rakyatnya dibandingkan para pemimpin lainnya.

Pemimpin yang diberi gelar Raja Rama IX telah berhasil mengerakkan lebih dari empat ratusan proyek program pembangunan, mulai dari irigasi, pertanian, antisipasi kemarau dan banjir, substitusi panen, kesehatan publik, metode belajar jarak jauh, hingga sistem promosi pekerjaan.

Raja Bhumibol mampu mendorong Thailand untuk melaksanakan pembangunan kemandirian pangan.

Bahkan sang Raja berhasil membawa Thailand menjadi negara eksportir pangan. Semua pemikirannya ini terbukti telah meningkatkan taraf kehidupan warga Thailand di seluruh wilayah, terutama para petani.

Selain itu, Raja pun amat perduli dengan urusan urbanisasi. Beliau menggagas proyek untuk mengurangi kian membanjir dan padatnya arus lalu – lintas di Ibu Kota Bangkok. Raja Bhumibol selalu menekankan pentingnya sebuah landasan dasar.

Jika sebuah negara memiliki pondasi yang kuat maka pembangunan bisa berjalan secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, Yang Mulia pun selalu menolong kaum papa dan mengajari mereka agar mau bangkit untuk meraih kesejahteraan, mencukupi kebutuhan primer mereka seperti sandang, pangan, dan papan.

Semua ini dilakukan beliau sebelum memulai menggapai tujuan yang amat ambisius. Raja Bhumibol amat dikagumi dunia internasional atas segala upayanya saat berkuasa.

Raja Bhumibol merupakan monarki yang pertama dan satu-satunya di dunia yang memegang banyak hak paten.

Hak paten itu antara lain paten berupa alat bernama “Chai Pattana”, yaitu sebuah alat aerator limbah air pada 1993.

Dikutip dari koran-jakarta, sejak 1955 Raja juga memiliki hak paten tentang alat pembangkit hujan. Kemudian dilanjutkan dengan paten alat pembangkit hujan yang dijuluki “sandwich” pada 1999 dan yang terakhir paten bagi “supersandwich” pada 2004.

Pada Mei 2006, Yang Mulia raja mendapatkan penghargaan pertama dan perdana dari PBB yaitu Human Development Lifetime Achievement Award, atas dedikasinya dalam pembangunan manusia dan perbaikan kehidupan dari rakyatnya di seantero Thailand.

Anugerah ini diberikan oleh Sekjen PBB, Kofi Annan, dan Yang Mulia Raja merupakan penerima anugertah pertama dari anugerah yang baru dibuat ini. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: