Kerusuhan Mojokerto, Balas Dendam Pesilat SH Terate atas Kematian Dwi Cahyono?

Sketsanews.com – Ratusan simpatisan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Senin malam (17/10), lakukan penyerangan balas dendam. Itu setelah anggota PSHT tidak terima atas kematian Dwi Cahyono (19) warga Dusun Magersari, Desa Temuireng, kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

kerusuhan-mojokerto-mungkinkah-balas-dendam-perguruan-silat-sh-terate-e1007

kerusuhan-mojokerto-mungkinkah-balas-dendam-perguruan-silat-sh-terate-e1007fm

Puluhan pesilat yang diduga dari Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), berhasil di amankan polisi. Setelah melakukan penyerangan Rumah warga, ratusan massa dari Lamongan, Gresik dan Bojonegoro ini berhasil di pukul mundur petugas, yang kemudian juga melakukan pengejaran. Hingga subuh tadi, 31 orang berhasil diamankan. Foto : E100,7 MAJAFM

Achmad Fuad, reporter Maja FM yang saat kejadian berada di lokasi melaporkan, usai tahlilan di rumah korban, sekitar pukul 23:00 tiba-tiba muncul penyerang yang berasal dari Lamongan, Gresik dan Bojonegoro. Ratusan pesilat ini menyerang rumah warga, pos jaga warung dan mobil milik warga. Bahkan mobil patroli milik Polisi juga jadi sasaran amukan pesilat PSHT.

Suawaji RT dusun Sidobecek Mengatakan, para penyerang membawa berbagai macam senjata tajam. “Penyerangan tadi sekitar pukul 23:00. Ratusan pesilat tiba tiba merusak rumah warga dengan mengunakan pedang,lingis dan senjata tajam lainnya,” terangnya.

Masih kata Suwaji kebanyakan masyarat tidak tau penyebab keributan. “Warga gsk tsu mas.. mereka tidak ada yang berani keluar,” imbuhnya.

Pasca kejadian, polisi melakukan pengejaran. Beberapa diantaranya berhasil ditangkap.

Kasus SH Terate, Brimob Polda Didatangkan ke Mojokerto

Untuk menghindari aksi susulan yang dilakukan simpatisan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Polres Mojokerto Kota meminta bantuan dari Polda Jatim. Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiarja menyatakan, pihaknya meminta bantuan sebanyak satu pleton anggota Brimob Polda Jawa Timur.

“Kami sudah mengerahkan bantuan kekuatan sebanyak 90 personil dari Polda Jatim. Yakni penebalan di titik perbatasan serta sasaran TKP lokasi perusakan dan rumah korban sebagai titik kumpul solidaritas simpatisan PSHT,” ungkapnya, Selasa (18/10/2016), melansir dari BeritaJatim.

Pasca aksi perusakan, puluhan anggota Brimob Polda Jatim di back up ke lokasi kerusuhan untuk mengamankan aksi serupa kembali terjadi. Sementara itu, Polres Mojokerto Kota mengamankan 35 simpatisan SH Terate dari lokasi kejadian. Usia mulai 17 sampai 25 tahun. Dari 35 simpatisan tersebut, enam di antaranya masih berusia di bawah umur.

Sebanyak 35 simpatisan SH Terate tersebut yakni enam orang berasal dari Kabupaten Mojokerto, 23 orang dari Lamongan, empat orang dari Bojonegoro dan Nganjuk serta Jombang masing-masing satu orang, total 35 orang. Sementara di halaman Mapolres Mojokerto Kota diamankan ratusan sepeda motor milik simpatisan SH Terate yang sebelumnya ditinggal lari saat petugas menyisir lokasi kejadian

Simpatisan SH Terate Tewas Tabrak Tiang Listrik karena Pakai Ban Kecil

Penyebab kematian simpatisan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Dwi Cahyono (19) masih simpang siur. Ada yang menduga kematian Dwi akibat pengeroyokan dan ada pula yang menduga karena murni kecelakaan.

Tidak ingin terjadi polemik, Kapolres Mojokerto, AKBP Nyoman Budiarja mengeluarkan pernyataan tegas. Kematian bukan karena pengeroyokan. Korban meninggal karena kecelakaan tunggal. Motor yang dikendarainya menabrak tiang listrik i perempatan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

“Laka tunggal terjadi karena kelalaian korban sendiri, jika dikaitkan dengan pengroyokan belum mempunyai hubungan. Penyelidikan awal ya dari laka tunggal,” ungkap AKBP Nyoman, Selasa (18/10/2016), mengutip dari warta BeritaJatim.

Hal tersebut dibenarkan, Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Selfi Meidiyanti. “Anggota kami datang ke lokasi karena adanya laporan kecelakaan, kami tidak tahu ada bentrok disitu. Keduanya ditemukan dalam keadaan pingsan dan anggota membawa ke rumah sakit. Dari olah TKP, diduga korban mengantuk dan kendaraan selip,” ujarnya.

Karena ban sepeda motor milik korban menggunakan ban kecil sehingga saat mengalami selip langsung oleh ke kiri dan menabrak tiang listrik.

Hal tersebut diketahui dari kerusakan sepeda motor korban, yakni sepeda motor korban hanya mengalami kerusakan pada bagian depan. Yakni ban bagian depan serta tangki bensi sebelah kiri penyok, sementara bagian belakang dalam kondisi bagus.

Kasat menjelaskan, korban meninggal yakni Dwi Cahyono (19) warga Dusun Magersari RT 02 RW 10, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang digonceng. Sementara yang membonceng yakni Andika Dwi Pratama (17) pelajar warga Dusun Talunsudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarlandong, Kabupaten Mojokerto hanya mengalami luka luka lecet dan memar pada bahu kanan dan tangan kanan.

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: